Gandeng Astra, Mendag Ungkap Potensi Ekspor UMKM Desa Capai Rp 69 Miliar
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru saja melakukan penandatanganan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ekspor senilai Rp69 miliar dengan PT Astra International Tbk.
Mendag Budi Santoso mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekspor produk UMKM melalui program pemberdayaan desa dan penjajakan pasar luar negeri.
Penandatanganan 10 MoU tersebut berlangsung dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kolaborasi itu menghubungkan program Desa Bisa Ekspor yang dikembangkan Kemendag dengan program Desa Sejahtera yang dimiliki Astra.
“Jadi tadi penandatanganan MoU, 10 MoU, nilainya Rp69 miliar ke berbagai negara,” kata Budi saat ditemui disela-sela kegiatan TEI 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
Menurut Budi, pengembangan ekspor UMKM membutuhkan persiapan dan pendampingan agar produk lokal dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional. Karena itu, Kemendag mengandalkan jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk mempertemukan eksportir dengan calon pembeli potensial.
Kemendag memiliki Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara dengan total 46 perwakilan. Jaringan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan penjajakan pasar dan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli sebelum transaksi dilakukan.
Maka dari itu, Mendag Budi menjelaskan, proses penjajakan melalui business matching memungkinkan eksportir dan calon pembeli mengenal produk serta menjajaki kebutuhan masing-masing sebelum bertemu langsung dalam pameran dagang.
“Jadi sebelum ikut pameran, itu sudah ada penjajakan. Kita sudah melakukan business matching dengan buyer potensial di luar negeri, sehingga mereka sudah saling kenal produknya, saling kenal orangnya melalui business matching, dan sekarang ketemu di Trade Expo,” terangnya.
