Anindya Bakrie: Target Ekonomi 8% Harus Tercapai, UMKM Kunci Keluar dari 'Middle Income Trap'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai target pertumbuhan ekonomi 8% harus menjadi sasaran yang wajib dicapai untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Salah satu kunci untuk mewujudkan ambisi tersebut adalah meningkatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas.
“Sekarang banyak dicanangkan, tentunya kita dukung upaya untuk menuju pertumbuhan 8%. Nah, ini bukan bisa atau enggak bisa. Kalau menurut saya, harus bisa,” ujar Anindya Bakrie dalam acara ITC Leadership Conclave 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Anindya mengatakan, produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia saat ini berada di kisaran US$ 5.000. Untuk keluar dari middle income trap, Indonesia perlu meningkatkan angka tersebut hingga US$ 15.000 per kapita. Menurut dia, target itu menuntut upaya yang jauh lebih besar dibandingkan pertumbuhan yang telah dicapai selama dua dekade terakhir.
Dia mengingatkan, status Indonesia sebagai anggota G20 dan negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN tidak cukup menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan. Tanpa peningkatan pendapatan per kapita secara signifikan, Indonesia berisiko bertahan pada tingkat kesejahteraan yang relatif sama dalam jangka panjang.
“Kita kan tahu, kita semua pimpinan usaha, menaikkan dari US$ 5.000 ke US$ 15.000 dengan skala besar, 285 juta (jiwa) itu bukan hal yang gampang. Tapi kalau kita lihat salah satunya tuh ada riset dari lembaga ternama, consulting company mengatakan, bagus ada hilirisasi, bagus ada ketahanan pangan, ketahanan energi, tapi ujungnya UMKM harus naik kelas,” sebut Anindya.
Menurut dia, dengan sekitar 65 juta unit usaha dan kontribusi sekitar 97% terhadap total unit usaha, UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas pertumbuhan ekonomi sekaligus menghadapi tantangan kecerdasan buatan (AI), perubahan cuaca, dan ketidakpastian geopolitik.
Baca Juga
Kadin Soroti Daya Saing Indonesia, 4–5 Juta Pencari Kerja Belum Terserap Tiap Tahun
Anindya juga mengingatkan peran UMKM ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi 1997–1998. Saat sejumlah perusahaan besar terpuruk, UMKM tetap menjadi salah satu penopang kegiatan ekonomi. Pengalaman tersebut, menurut dia, menunjukkan pentingnya memperkuat usaha kecil agar lebih tahan menghadapi gejolak ekonomi.
“Jadi perusahaan-perusahaan besar, termasuk perusahaan kami bisa dibilang technically or physically bankrupt (tahun 1997-1998). Saya ingat dulu grup kami itu pada suatu titik kepemilikan keluarga hanya 2,5%, semua diambil para kreditur. Tapi yang menjaga semua itu adalah UMKM,” ungkap dia.
Anindya menilai, berbagai program pemerintah perlu diarahkan agar menciptakan peluang usaha dan memperkuat rantai pasok domestik. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya berpotensi mendorong hilirisasi pangan melalui penciptaan kebutuhan dalam skala besar, termasuk untuk ayam dan telur.
“MBG itu fokusnya ke hilirisasi pangan. Bagaimana kita menciptakan 80 juta paha ayam, 80 juta telur, dan lain-lain. Itu kan esensinya. Nah, tinggal eksekusinya yang mesti dijaga supaya benar-benar terjadi, kalau dari sisi dunia usaha. Begitu juga dengan program-program yang lain, pemeriksaan kesehatan gratis,” tutur Anindya.
Selain itu, Anindya menyoroti program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya yang berpotensi meningkatkan produktivitas masyarakat. Dia menilai peningkatan harapan hidup dari sekitar 72 tahun menjadi 75 tahun dalam tiga tahun ke depan, jika dapat dicapai, berpotensi mendukung produktivitas sekaligus menekan biaya kesehatan.
“Jadi hal-hal tersebut kita lihat esensinya dari bagaimana meningkatkan competitiveness dan menciptakan kenyamanan tentunya untuk investasi di Indonesia, dan bagaimana juga UMKM itu benar-benar kali ini kita mesti pikirkan, sehingga kalau kita perusahaan besar marilah kita fokus untuk juga mengajak teman-teman ini biar bisa lebih maju,” pungkasnya.
