LinkAja Geser Bisnis ke B2B, EBITDA Tumbuh Lebih 200%
JAKARTA, Investortrust.id - PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja mencatat pertumbuhan EBITDA lebih dari 200% pada tahun berjalan. Kinerja tersebut ditopang penguatan bisnis businee to business (B2B) yang tumbuh double digit.
CEO LinkAja, Yogi Rizkian Bahar mengatakan bahwa perusahaan kini memiliki dua lini bisnis, yakni business to consumer (B2C) dan B2B. Ia menegaskan pertumbuhan B2B didorong sejumlah kemitraan korporasi, termasuk dengan Telkomsel dan MyPertamina.
Baca Juga
Dorong Peningkatan Literasi Aset Kripto, PINTU Gandeng LinkAja di Program Pintu Goes to Office
“Di sisi B2B, kami growing gitu ya. Kami banyak partnership dengan Telkomsel, dengan MyPertamina, dengan yang lain, sehingga growing B2B kita tuh bahkan double digit gitu ya. Jadi ini juga by foundations kita sangat bagus,” kata Yogi kepada Investortrust.id, Rabu (7/10/2026).
Selain EBITDA, LinkAja mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 100% pada tahun ini. Menurut Yogi, peningkatan tersebut mayoritas ditopang oleh bisnis B2B.
Sementara itu, bisnis B2C menghadapi tekanan setelah kebijakan Bank Indonesia terkait transaksi Rp 100.000 dengan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0%. Kondisi tersebut turut memberikan dampak terhadap pendapatan MDR LinkAja.
Namun demikian, LinkAja mulai menggeser fokus bisnis dengan kombinasi B2C dan B2B. Perusahaan menilai kemitraan korporasi menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan bisnis ke depan.
Baca Juga
Canggih! LinkAja Gandeng Huawei Hadirkan QRIS Offline di Smartwatch
"Salah satu contohnya kolaborasi dengan Huawei pada pengembangan model B2B2C LinkAja. Kemitraan tersebut menghubungkan kerja sama antarbisnis dengan penggunaan layanan pembayaran oleh konsumen," sambung Yogi.
Di sisi lain, LinkAja selanjutnya akan memperluas kemitraan dan use case pembayaran untuk mendorong penggunaan sehari-hari. Strategi tersebut mencakup perluasan merchant serta penjajakan layanan pembayaran di transportasi publik.
