Mendag Bidik Peningkatan Ekspor ke AS, Peluang ART Buka Akses Pasar hingga TEI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membidik peningkatan ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS) di tengah peluang penguatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara. Pemerintah terus mendorong perluasan akses pasar, penguatan industri, serta peningkatan keterhubungan rantai pasok untuk mengoptimalkan potensi perdagangan Indonesia-AS.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, hubungan perdagangan dan investasi yang kuat dengan AS memberikan peluang signifikan bagi pelaku usaha kedua negara. Indonesia juga tetap terbuka terhadap berbagai bentuk perdagangan dan kemitraan global di tengah dinamika perekonomian dunia.
“Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan, sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama. Hubungan perdagangan dan investasi yang kuat dengan AS memberikan peluang yang signifikan bagi pelaku usaha kedua negara,” ujar Mendag Busan saat menjadi pembicara pada 14th Annual US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, salah satu upaya Indonesia untuk mengoptimalkan peluang perdagangan dengan AS dilakukan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kepastian perdagangan, meningkatkan akses pasar, serta mempererat keterkaitan rantai pasok kedua negara.
Baca Juga
“Dalam hal ini, ART menjadi salah satu cara Indonesia mengoptimalkan peluang tersebut dengan AS melalui penguatan kepastian, peningkatan akses pasar, dan keterkaitan rantai pasok,” ungkap Mendag.
Penguatan hubungan perdagangan dengan AS juga sejalan dengan posisi Indonesia yang semakin strategis di tengah meningkatnya peran kawasan Indo-Pasifik dalam ekonomi global. Indonesia memiliki potensi sebagai pasar utama sekaligus hub produksi, investasi, dan ekspor, didukung pasar yang terus berkembang, tenaga kerja muda dan produktif, serta sumber daya yang melimpah.
“Peningkatan peran Indo-Pasifik dalam ekonomi global telah menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai pasar utama serta hub strategis untuk produksi, investasi, dan ekspor. Semua kelebihan tersebut turut didukung oleh pasar yang terus berkembang, tenaga kerja muda dan produktif, serta sumber daya yang melimpah,” bebernya.
Untuk memperluas peluang perdagangan secara langsung, Kementerian Perdagangan mengundang pelaku usaha AS untuk menjadi buyer pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Mendag mengatakan, TEI menjadi momentum bagi buyer AS untuk menemukan produk-produk unggulan Indonesia sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku usaha nasional. Kehadiran buyer AS diharapkan dapat mendorong peningkatan pembelian produk Indonesia dan membuka peluang transaksi serta kerja sama bisnis yang lebih luas.
“Kami mengundang para pelaku usaha AS untuk ikut pada TEI ke-41 mendatang. Dalam pameran tersebut, pelaku usaha AS dapat mengeksplorasi peluang bersama pelaku usaha Indonesia secara langsung,” tambah Mendag..
