ATSI Ungkap Sulitnya Konversi Kuota Hangus Jadi Rupiah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menilai pengembalian kuota internet yang hangus dalam bentuk uang sulit diterapkan. Kendalanya adalah belum adanya acuan nilai konversi kuota ke rupiah.
Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir mengatakan, kuota internet tidak memiliki harga pasar seperti mata uang. Kondisi itu membuat skema refund sulit diterapkan secara teknis.
“Kalau mata uang asing ada konversinya. Kuota (internet) kan enggak ada konversi market pasarnya,” ujar Marwan di Jakarta, Senin (28/9/2026). Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang masih diklarifikasi ATSI kepada Kemenkomdigi.
ATSI sebelumnya membahas enam bentuk perlindungan pelanggan untuk kuota non-rollover. Selain refund, terdapat opsi perlindungan lain yang dinilai dapat disesuaikan dengan mekanisme layanan operator.
Baca Juga
ATSI Ungkap Opsi Atasi Kuota Hangus, Bisa Dapat Tambahan Masa Aktif 3 Hari
Marwan mencontohkan pemberian tambahan masa aktif sebagai salah satu bentuk perlindungan. Pelanggan yang masih memiliki sisa kuota dapat memperoleh waktu tambahan untuk menggunakannya.
Perubahan mekanisme tersebut juga berdampak pada sistem billing operator. Setiap operator memiliki puluhan bahkan ratusan produk dengan implementasi perlindungan yang berbeda.
“Dari kuota udah jadi produk, kamu beli air minum setengah, setengahnya ada air, kamu datang lagi ke toko, ‘Eh tolong dong dikonversi, refund.’ Gimana caranya?” ungkap Marwan.
ATSI pun kini masih berdiskusi dengan pemerintah mengenai bentuk perlindungan yang paling tepat. Asosiasi itu juga mempertimbangkan aspek teknis dan dampaknya terhadap model bisnis operator sebelum diimplementasikan.
