Pertamina Drilling Siapkan Transformasi Bisnis dengan 58 Rig
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menyiapkan transformasi bisnis untuk memperluas perannya di industri pengeboran minyak dan gas (migas). Dengan 58 rig yang terdiri atas armada onshore dan offshore, perusahaan membidik penguasaan rantai nilai pembangunan sumur secara lebih terintegrasi.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan integrated project management (IPM) dengan konsep end to end well construction delivery. Melalui model ini, Pertamina Drilling tidak lagi hanya menawarkan kapasitas rig, tetapi mengintegrasikan berbagai layanan dalam proses pembangunan sumur.
Baca Juga
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, transformasi tersebut diarahkan untuk membangun kapabilitas perusahaan sebagai one stop company solution bagi kebutuhan pembangunan sumur.
“Ke depan, kami ingin Pertamina Drilling bukan hanya dikenal sebagai perusahaan drilling. Kami ingin menjadi one stop company solution berbasis integrated project management. Konsepnya end to end well construction delivery,” ujar Avep di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut Avep, pendekatan IPM memungkinkan pembangunan sumur dikelola dalam satu koordinasi, mulai planning, drilling, well services, engineering, teknologi hingga layanan pendukung. Dengan demikian, klien memperoleh solusi pembangunan sumur secara menyeluruh, bukan sekadar menggunakan jasa rig.
Transformasi ini juga diharapkan meningkatkan utilisasi aset dan produktivitas Pertamina Drilling. Selain itu, integrasi layanan ditargetkan mampu mendorong efisiensi biaya sekaligus memperluas penerapan teknologi dalam kegiatan pembangunan sumur.
Baca Juga
Pertamina Kejar Target Minyak 1 Juta Barel, Blok Rokan Jadi Fokus
Pertamina Drilling selanjutnya membidik posisi sebagai national champion integrated well & construction. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan memperkuat penguasaan value chain pengeboran dan pembangunan sumur melalui pengembangan kapabilitas, teknologi, sumber daya manusia, aset, serta kemampuan delivery.
Dengan strategi tersebut, Pertamina Drilling berupaya menggeser posisi bisnisnya dari penyedia armada pengeboran menjadi perusahaan dengan kemampuan mengelola pembangunan sumur secara menyeluruh. Transformasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menangkap nilai lebih besar dari rantai bisnis pengeboran dan konstruksi sumur migas.
