Bertemu Wakil Perdana Menteri Bulgaria, Mendag Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Bulgaria, Alexander Poulev, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Bulgaria, khususnya di bidang perdagangan dan investasi, dalam hubungan diplomatik yang telah terjalin cukup lama.
"Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Kami harap, pertemuan hari ini dapat mendorong terwujudnya peningkatan tersebut,” ujar Mendag dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).
Mendag Budi menyebut, Bulgaria menjadi gerbang potensial bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar Eropa Tenggara. Ia pun meminta Wakil PM Poulev untuk mendukung target implementasi IndonesiaEuropean Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) di awal tahun 2027.
Wakil PM Poulev menyambut baik penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria. Menurutnya, hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria yang telah lama terbangun dapat menjadi fondasi bagi hubungan ekonomi yang lebih baik lagi.
Baca Juga
Wapres Gibran Dorong Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Bulgaria
“Indonesia merupakan salah satu negara sahabat diplomatik tertua dari Bulgaria. Kami ingin hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dapat makin kuat. Sebagai negara yang berada di timur Uni Eropa, kami bisa menjadi gerbang bagi perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa dengan populasi sebesar 450 juta jiwa,” ungkapnya.
Wakil PM Poulev turut menyampaikan dukungan terhadap rencana implementasi I-EU CEPA dan siap mendukung peningkatan kerja sama perdagangan khususnya antara Bulgaria dengan Indonesia. Bulgaria memiliki sektorsektor unggulan seperti pangan, teknologi satelit, hingga logistik.
Ia pun menyatakan, masih ada banyak potensi yang dapat dikembangkan antara kedua negara. Di antaranya, yaitu meliputi pertanian, komponen otomotif, hingga daging yang memerlukan persyaratan halal. Wakil PM Poulev juga mengundang Indonesia untuk menggerakkan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) antara Indonesia dan Bulgaria pada semester pertama 2027.
"JEC dapat mempercepat realisasi komitmen strategis kedua negara, khususnya pada perdagangan dan investasi," pungkasnya.
