32 Hari Ngebor, Pertamina EP Temukan Lapisan Minyak Baru dengan Potensi 302,4 BOPD
Poin Penting
|
PALI, Investortrust.id - PT Pertamina EP, perusahaan hulu migas bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4, menemukan lapisan produktif baru melalui pengembangan Sumur BNG-082 di Adera Field, Pali, Sumatra Selatan. Sumur yang dibor di lokasi eksisting tersebut membuka potensi produksi minyak 302,4 barel per hari dan gas 5,597 juta standar kaki kubik per hari.
Pengeboran BNG-082 diselesaikan dalam 32 hari, lebih cepat dari target 36,6 hari. Sumur tersebut juga diselesaikan tanpa kecelakaan selama proses pengeboran. Pengujian dilakukan dalam kondisi open flow, yakni aliran migas natural tanpa hambatan pada katup kepala sumur atau choke.
Baca Juga
Pertamina Andalkan 'Dual Growth Strategy' Hadapi Tantangan Energi Indonesia
"Pencapaian ini menjadi bukti inovasi berbasis integrasi data subsurface yang terus dilakukan Pertamina EP dapat membuka potensi-potensi baru yang memungkinkan lapangan mature tetap bisa berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional," ucap Manager Subsurface Development Area 1 yang menangani pengembangan wilayah kerja Pertamina EP Adera Field Budi Darmawan dikutip Kamis (10/9/2026).
Tambahan produksi dari BNG-082 akan mendukung pencapaian target produksi Pertamina EP Adera Field dalam work program and budget (WP&B) 2026. Target tersebut mencakup produksi minyak sebesar 4.537 BOPD dan gas sebesar 22,21 MMSCFD.
Budi mengatakan pengembangan BNG-082 menggunakan pendekatan layer-focused and data-driven development drilling. Pendekatan tersebut mengarahkan pengeboran berdasarkan karakteristik setiap lapisan reservoir dan hasil analisis berbagai data bawah permukaan. Tim mengintegrasikan pemodelan geologi, interpretasi seismik multiatribut, serta akuisisi data MDT-LFA. Data tersebut digunakan untuk mengevaluasi tekanan, jenis fluida, serta indikasi konektivitas reservoir pada masing-masing lapisan.
Pengembangan sumur juga menggunakan sectorization zoning Model. Metode ini memetakan zona prospektif dengan mengintegrasikan dan melakukan stacking peta hydrocarbon pore volume (HCPV) dari berbagai lapisan.
HCPV menggambarkan volume pori batuan yang berpotensi mengandung hidrokarbon. Informasi tersebut membantu tim menentukan area yang memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan migas.
"Dengan pendekatan-pendekatan ini, kami bisa memetakan area mana yang punya peluang lebih besar mengandung lapisan produktif, sehingga penempatan sumur baru bisa lebih terarah, efektif, dan efisien," ujar Budi.
Baca Juga
Pertamina Dorong Talenta Muda Pahami Masa Depan Industri Hulu Migas
Struktur Benuang menjadi salah satu penopang produksi migas di wilayah kerja Pertamina EP Adera Field dan Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4. Pengembangan struktur tersebut juga telah menggunakan sejumlah metode untuk mengoptimalkan produksi dari beberapa lapisan reservoir.
Salah satunya melalui penerapan dual string pada pengembangan Sumur BNG-080 pada Juni 2026. Metode tersebut memungkinkan satu sumur memproduksikan migas dari dua lapisan reservoir secara bersamaan.
Pada initial flow test yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026, lapisan TAF-L1 pada BNG-080 menunjukkan potensi produksi gas sebesar 2,836 MMSCFD. Sementara itu, lapisan TAF-N2 menunjukkan potensi produksi minyak sebesar 572,8 BOPD dan gas sebesar 1,666 MMSCFD.
