150.000 Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maskapai dan seluruh pihak terkait meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif serta moda transportasi darat untuk menjaga mobilitas penumpang.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 150.000 penumpang terdampak gangguan operasional penerbangan. Sebanyak 467 penerbangan ikut terdampak, yang terdiri atas 409 penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional.
Baca Juga
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Imbau Masyarakat Tenang, Waspada, dan Jaga Kesehatan
Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan penerbangan, tetapi juga memastikan penumpang memperoleh informasi yang jelas selama terjadi gangguan operasional.
“Prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan, informasi yang akurat. Maskapai tidak boleh tidak terbuka. Walaupun ini force majeure, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik,” ujar AHY, dikutip Senin (7/9/2026).
AHY meminta maskapai menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan. Penumpang yang penerbangannya dibatalkan juga perlu memperoleh akses pengembalian tiket atau refund dengan proses mudah. “Termasuk bagaimana kalau refund karena tidak bisa terbang, ya harus bisa mudah untuk diberikan ganti rugi. Kemudian yang lain-lain kita terus amati dan kita terus dengarkan penjelasan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menjelaskan secara teknis,” kata AHY.
Kertajati Jadi Salah Satu Alternatif
Untuk mengurangi tekanan terhadap mobilitas masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara yang tidak terdampak sebaran abu vulkanik sebagai alternatif. Bandara yang disiapkan, antara lain Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta, dan Bandara Juanda Surabaya.
AHY meminta moda transportasi darat, termasuk kereta api, dipersiapkan untuk menghubungkan bandara alternatif dengan Jakarta dan wilayah sekitarnya. “Mode transportasi darat tentunya ini yang harus disiapkan, kereta, yang kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung landing di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati, misalnya, untuk bisa datang ke Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, untuk transportasi laut, AHY meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi yang berkembang. Kegiatan penyeberangan tetap perlu memperhatikan keselamatan serta potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan penumpang.
Baca Juga
Penutupan 8 Bandara Imbas Erupsi Anak Krakatau Diperpanjang hingga Senin Pagi
Pemerintah melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maskapai, serta pemangku kepentingan lainnya.
AHY mengatakan penanganan dampak erupsi membutuhkan koordinasi lintas sektor karena gangguan pada penerbangan turut berpengaruh terhadap moda transportasi lain. Penyesuaian perjalanan melalui jalur darat maupun laut perlu mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
AHY menekankan bahwa keputusan operasional transportasi tetap harus mempertimbangkan kondisi keselamatan penerbangan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat yang terdampak gangguan akibat sebaran abu vulkanik.
