Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha demi Fokus di Bisnis Kontraktor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) terus melakukan langkah penataan BUMN Karya. PT Brantas Abipraya (Persero) bersiap merampungkan pemangkasan 29 entitas usahanya sebagai bagian dari transformasi menyeluruh untuk mengembalikan fokus perusahaan ke bisnis inti konstruksi.
Rencana penyederhanaan struktur usaha tersebut dibahas dalam pertemuan antara COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi Brantas Abipraya.
Melalui skema streamlining ini, Brantas Abipraya akan menghentikan operasional anak-anak usaha yang dinilai tidak esensial. Ke depan, struktur perusahaan hanya akan menyisakan induk usaha guna memperkuat efisiensi dan tata kelola.
Dony Oskaria mengapresiasi langkah progresif tersebut. Menurutnya, pembersihan struktur anak usaha menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fundamental finansial dan operasional.
Baca Juga
Brantas Abipraya Rampungkan Sekolah Rakyat Terintegrasi Bandung
“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” ujar Dony dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi BP BUMN, Rabu (2/9/2026).
Langkah efisiensi yang diambil Brantas Abipraya diproyeksikan menjadi pendorong bagi BUMN Karya lainnya untuk mempercepat penataan internal. Penyederhanaan ini diharapkan dapat menekan inefisiensi operasional, menajamkan fokus bisnis, serta meningkatkan daya saing perusahaan di industri konstruksi nasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan akan menutup sekitar 700 BUMN merugi lagi pada akhir 2026 mendatang. Kepala Negara menyatakan penutupan ratusan perusahaan itu akan menghemat anggaran sekitar Rp 100 triliun.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).
Kepala Negara menjelaskan, telah menutup sekitar 290 BUMN merugi hingga saat ini. Penutupan ratusan perusahaan ini telah menghemat Rp 50 triliun yang merupakan biaya rutin, gaji direksi dan komisaris.
"Dengan 290 BUMN kita telah menghemat Rp 50 triliun," kata Prabowo.
Tak cukup 290 perusahaan, Prabowo menargetkan bakal menutup 700 BUMN lainnya hingga 31 Desember 2026. Prabowo berharap ratusan perusahaan itu bakal menghemar Rp 100 triliun.
"Kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN tinggal 200, 250. Berarti harapan saya kita bisa menghemat 100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris," paparnya.
