Serapan Anggaran Kementerian PU 2026 Tembus 52,14% per 31 Agustus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat realisasi penyerapan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran (TA) 2026 sebesar Rp 69 triliun atau 52,14% dari total pagu Rp 132,38 triliun hingga 31 Agustus 2026.
"Sampai dengan 31 Agustus 2026, realisasi penyerapan keuangan adalah sebesar 52,14% atau Rp 69 triliun, dan progres fisik mencapai 57,56%," kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Dody memaparkan, secara agregat capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 dan 2025. Meski demikian, Kementerian PU tidak hanya mengejar penyerapan anggaran dalam pelaksanaan APBN 2026. "Fokus kami tetap sama: mutu, ketepatan waktu, dan akuntabilitas, sehingga bukan hanya sekadar mengejar penyerapan," tegas Dody.
Baca Juga
Dukung Kementerian PU, Pelindo Siap Integrasikan Jalan Tol Demi Efisiensi Logistik
Dody menjelaskan, pagu anggaran Kementerian PU 2026 telah mengalami beberapa kali perubahan. Pada awalnya, Kementerian PU mendapatkan pagu sebesar Rp 118,5 triliun. Kemudian dilakukan penajaman sebesar Rp 12,79 triliun sehingga pagu menjadi Rp 105,71 triliun. Pagu tersebut kemudian berubah menjadi Rp 106,71 triliun.
Selanjutnya, Kementerian PU mendapatkan tambahan sekitar Rp 25,67 triliun sehingga total pagu menjadi Rp 132,38 triliun. Tambahan anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pemulihan pascabencana dan tambahan dana untuk program prioritas nasional Sekolah Rakyat. Dari total pagu Rp 132,38 triliun, sebesar Rp 36,38 triliun dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Kemudian Rp 48,77 triliun untuk Direktorat Jenderal Bina Marga, Rp 14,18 triliun untuk Direktorat Jenderal Cipta Karya, Rp 31,31 triliun untuk prasarana strategis khususnya Sekolah Rakyat, serta Rp 1,66 triliun untuk dukungan manajemen dan teknis.
Baca Juga
Sementara itu, program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) dan jembatan gantung pada 2026 mendapatkan alokasi Rp 5,48 triliun untuk sekitar 15.338 lokasi. Hingga 31 Agustus 2026, realisasi keuangannya mencapai 52,77%. Adapun progres fisiknya tercatat 49,72%.
Dody menjelaskan, pencairan bantuan untuk program IBM di bidang Cipta Karya baru dimulai setelah proses penyiapan masyarakat dilakukan. Hal itu membuat progres keuangan lebih tinggi dibandingkan progres fisik karena sebagian dana disalurkan terlebih dahulu ke rekening kelompok keswadayaan masyarakat sebelum pembangunan fisik dilaksanakan. "Pembayaran selanjutnya mengikuti progres pelaksanaan oleh masyarakat," tutup Dody.
