IEU-CEPA Buka Jalan Investasi Eropa, RI Incar Sektor Energi, Manufaktur hingga Teknologi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menilai perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) akan menjadi momentum dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa.
Ia mengatakan, kesepakatan ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga membuka peluang investasi Eropa di berbagai sektor strategis. Beberapa sektor yang berpeluang tersebut di antaranya energi terbarukan, digital, keamanan siber, pertanian, manufaktur, inovasi, hingga teknologi.
“Kalau sektor kita sudah bahas banyak renewable energy, digital, cyber security, kemudian juga beberapa sektor lain, agriculture, itu juga menjadi hal yang menjadi perhatian kedua negara,” ujar Airlangga saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Airlangga, Uni Eropa memiliki kekuatan di sektor manufaktur, inovasi, dan teknologi. Karena itu, Indonesia memiliki peluang untuk menarik investasi perusahaan-perusahaan Eropa seiring dengan semakin dekatnya implementasi EU CEPA.
Airlangga mengatakan, salah satu manfaat utama perjanjian tersebut adalah terbukanya akses pasar yang lebih besar. Sekitar 90% pos tarif disebut akan langsung menjadi 0% setelah perjanjian mulai berlaku, sementara tarif lainnya akan dikurangi secara bertahap.
Selain perdagangan, pemerintah berharap EU CEPA dapat membuka atau unlock potensi investasi dari Eropa ke Indonesia. Uni Eropa selama ini menjadi salah satu mitra investasi Indonesia di berbagai sektor.
Baca Juga
Dokumen IEU-CEPA Ditargetkan Diteken Oktober 2026, RI Langsung Kejar Proses Ratifikasi
“Ini adalah game changer bagi Indonesia dan beberapa manfaat dari akses pasar,” imbuhnya.
Sinyal meningkatnya minat investasi Eropa juga terlihat dari kedatangan sejumlah delegasi bisnis ke Indonesia. Menko Airlangga menyebut Jerman, Prancis, dan sejumlah negara Uni Eropa lainnya mulai membawa delegasi bisnis untuk menjajaki peluang kerja sama.
Menurut politikus Partai Golkar ini, meningkatnya kunjungan tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha Eropa mulai melihat peluang yang terbuka melalui perjanjian IEU-CEPA.
"Dan bagi Eropa juga terlihat dalam beberapa waktu belakangan banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa bisnis delegation yang besar. Lalu tim dari Jerman sudah dua kali kemudian juga beberapa dari Perancis dan yang lain dan kelihatan hampir seluruh negara-negara EU akan membawa delegation ke Indonesia ini karena spirit daripada IEU-CEPA," bebernya.

