Hashim Djojohadikusumo Apresiasi Langkah Dirut KAI Genjot 3 Juta Rumah
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi langkah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin dalam mendorong penyediaan hunian terjangkau sesuai Asta Cita Program 3 Juta Rumah.
Hal tersebut disampaikan Hashim dalam acara groundbreaking Hunian Subsidi Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026). Menurutnya, penyediaan hunian terjangkau menjadi salah satu tantangan besar pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.
"Pertama, saya mau ucapkan banyak terima kasih kepada tentu kepada tuan rumah kita, yang punya hajat, Pak Bobby Rasyidin. Ini sesuatu luar biasa," kata Hashim.
Baca Juga
BPS Catat 9,29 Juta Keluarga Belum Miliki Hunian dan 18,01 Juta Menghuni Rumah Tak Layak
Hashim menyebut dirinya telah mengenal Bobby Rasyidin ketika pemerintah mencari pimpinan baru KAI. Dikatakan, Bobby memiliki pengalaman manajemen di sejumlah perusahaan.
"Memang kita semua ingat ya bahwa waktu kita cari-cari pimpinan Kereta Api Indonesia yang baru, waktu itu saya kira tidak terlalu susah karena kita sudah kenal Pak Bobby ini. Dan dia sangat versatile, serbaguna. Di PT Len Industri (Persero) juga bisa, sebelum itu di Prancis, dan sekarang mengurus kereta api," ujarnya.
Hashim turut menyampaikan, tantangan pemerintah saat ini adalah menyediakan rumah yang terjangkau dan layak bagi masyarakat luas. Ia menggarisbawahi, hal tersebut berkaitan dengan pemenuhan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Dengan prakarsa Pak Bobby, saya berbangga bahwa tujuan kita, termasuk tujuan saya pribadi, ini kita mulai penuhi. Ini suatu prestasi yang luar biasa," kata Hashim.
Dia menilai proyek hunian vertikal di kawasan Manggarai menjadi salah satu capaian dalam penyediaan rumah rakyat. Proyek tersebut akan dibangun hingga 24 lantai di pusat Jakarta.
"Kalau proyek-proyek yang horizontal (rumah tapak) saya kira BTN sudah biasa (salurkan KPR). Tapi ini yang pertama yang jadi vertikal yang kita berbangga nanti 24 lantai di pusat ibu kota Jakarta," kata Hashim.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, groundbreaking Hunian Vertikal Manggarai merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto.
Hunian tersebut akan dibangun di Blok G dan Blok F dengan luas total sekitar 2,2 hektare. Lahan tersebut berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan dimiliki perseroan.
"Groundbreaking hari ini bukan semata-mata dimulainya sebuah pekerjaan fisik. Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," jelas Bobby.
Bobby memaparkan, hunian di kawasan tersebut akan terdiri dari delapan tower dengan total 3.784 unit hunian. Sebanyak 1.276 unit akan berada di Blok G dan 2.508 unit di Blok F.
Selain hunian, kawasan tersebut juga akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung, terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Pembangunan hunian ditargetkan berlangsung selama 18 bulan sejak groundbreaking. Hunian akan memiliki variasi tipe, mulai dari studio berukuran 28 meter persegi, tipe 36, tipe 45 hingga tipe 52.
Baca Juga
Pemerintah 'Groundbreaking' Rusun Subsidi Manggarai 3.784 Unit, Rampung 2028
Bobby menegaskan pembangunan hunian tersebut diarahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
"Semoga groundbreaking ini merupakan momentum untuk kita memulai fisik pengerjaan dari hunian layak, hunian yang terjangkau, dan terutama hunian di tengah kota untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah," tuturnya.

