Pakai Strategi Ini, VinFast Klaim Biaya Kepemilikan EV Bisa Hemat Secara Optimal
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – VinFast mengubah strategi pemasaran kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia dengan mengedepankan konsep Total Cost of Ownership (TCO). Pabrikan asal Vietnam itu mengklaim pendekatan tersebut mampu memangkas biaya kepemilikan kendaraan secara optimal. Seperti contohnya konsumen Indonesia yang memilih MPV 7 dengan skema battery subscription dan menempuh jarak 2.000 km per bulan selama lima tahun akan menunjukkan potensi penghematan sebesar 21% jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin.
Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani mengatakan, konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga beli kendaraan. Biaya operasional, perawatan, hingga nilai jual kembali dinilai menjadi faktor utama dalam keputusan membeli mobil listrik.
“Memiliki mobil listrik itu bukan hanya memikirkan harga di awal. Tapi secara total berapa yang harus dikeluarkan dan berapa yang bisa dihemat,” kata Rinaldi dikutip Selasa (18/8/2026).
Baca Juga
Peluang Terbesar VinFast Bukan Sekadar Kendaraan, Melainkan Ekosistem
Menurutnya, pendekatan TCO mulai diperkenalkan VinFast sejak Juni 2026 melalui program Drive Worry-Free. Respons konsumen dinilai positif karena mulai memahami bahwa biaya kepemilikan kendaraan tidak hanya ditentukan oleh harga pembelian.
Perusahaan menghitung TCO berdasarkan sejumlah komponen utama, seperti biaya pengisian daya, biaya perawatan berkala, serta biaya kepemilikan selama empat hingga lima tahun. Perhitungan itu belum memasukkan faktor nilai jual kembali kendaraan.
Ia menjelaskan penghematan dapat meningkat apabila nilai jual kembali ikut diperhitungkan. VinFast saat ini menawarkan program Resale Value Guarantee yang menjamin nilai jual kendaraan hingga 80% sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Program Drive Worry-Free memiliki limar pilar dan berbagai program yang menawarkan berbagai manfaat mencakup pengisian daya gratis hingga Maret 2029, langganan baterai gratis selama dua tahun, jaringan V-GREEN lebih dari 3.200 stasiun pengisian daya dan masih akan terus bertambah, serta layanan purnajual di lebih dari 100 titik.
Baca Juga
VinFast Hadirkan Kalkulator Baru untuk Menghitung Total Biaya Kepemilikan Kendaraan Listrik
Pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, menilai persaingan kendaraan listrik kini mulai bergeser. "Konsumen tidak lagi hanya mencari teknologi terbaru, tetapi juga memperhitungkan biaya kepemilikan dan kualitas layanan setelah pembelian," jelas Yannes.
Dosen ITB itu juga mengatakan, ekosistem layanan akan menjadi faktor pembeda di tengah semakin ketatnya persaingan pasar EV. Karena itu, strategi yang mengedepankan TCO dinilai berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
