Laut RI Bernilai US$ 34 Miliar, Nelayan Baru Nikmati 5%?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memaksimalkan potensi sektor perikanan nasional demi kemakmuran nelayan lokal. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih hingga akhir Desember 2026, serta penyediaan ribuan kapal ikan modern mulai tahun 2027.
Dalam penyampaiannya, Prabowo mengungkapkan bahwa sektor perikanan Indonesia memiliki nilai ekonomi fantastis, yakni sekitar US$ 34 miliar (sekitar Rp 530 triliun) setiap tahunnya. Namun, nelayan Indonesia diperkirakan baru menikmati sekitar 5% dari potensi tersebut akibat maraknya pencurian ikan oleh kapal-kapal asing (illegal fishing).
Baca Juga
Presiden Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6% di Akhir 2026
"Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Bayangkan berapa triliun yang hilang tiap hari, tiap malam karena diambil kapal-kapal negara lain tanpa izin kita," ujar Prabowo dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sebagai langkah nyata perbaikan, pemerintah saat ini telah merampungkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih dari total target 1.386 kampung pada akhir 2026. Setiap kawasan ini akan dilengkapi dengan sarana terpadu, meliputi pelabuhan/dermaga dan tempat pelelangan ikan (TPI), fasilitas penyimpanan pendingin (cold storage) dan pengolahan hasil laut, perumahan nelayan serta fasilitas sosial pendukung.
Baca Juga
Pidato Lengkap Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR Bersama DPR - DPD
Selain pembenahan infrastruktur pesisir, pemerintah juga merencanakan modernisasi armada laut nasional. Prabowo menyatakan Indonesia membutuhkan belasan ribu kapal modern untuk menguasai kembali perairan dalam negeri.
"Ini tantangan berat, tapi kita harus memulai. Pada tahun 2027 yang akan datang, kita targetkan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern," tegasnya.

