Inovasi Varietas Unggul dan Pupuk Hayati Jadi Kunci Astra Agro (AALI) Dongkrak Produktivitas Sawit
Poin Penting
|
PANGKALAN BUN, investortrust.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menegaskan riset dan inovasi menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan industri kelapa sawit, mulai dari keterbatasan lahan, perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, hingga tuntutan praktik perkebunan yang semakin berkelanjutan.
Plant Breeding Expert PT Astra Agro Lestari Ardha Apriyanto enjelaskan, industri sawit saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di satu sisi, perusahaan dituntut meningkatkan produksi, namun di sisi lain ekspansi lahan tidak lagi menjadi pilihan karena komitmen menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.
"Karena lahannya terbatas, sementara produksi dituntut meningkat, maka salah satu jawabannya adalah melalui riset dan inovasi," ujarnya dalam pemaparan saat media briefing di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026).
Menurut Ardha, riset Astra Agro difokuskan pada berbagai aspek, mulai dari pengembangan varietas unggul, mekanisasi, digitalisasi, pemupukan yang lebih efisien, hingga pengendalian hama secara hayati.
Salah satu inovasi utama yang dikembangkan adalah varietas unggul kelapa sawit. Setelah lebih dari 15 tahun melakukan penelitian, Astra Agro pada 2021 merilis tiga varietas baru yang memiliki potensi produksi tandan buah segar (TBS) lebih dari 30 ton per hektare per tahun, dengan rendemen minyak di atas 27% dan potensi produksi minyak mencapai 9,2 ton per hektare per tahun.
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Perkuat Pengelolaan Sawit Berkelanjutan lewat Teknologi dan Riset
Selain produktivitas tinggi, perusahaan juga mengembangkan varietas yang lebih tahan terhadap penyakit Ganoderma, salah satu penyakit utama yang menyebabkan penurunan produktivitas bahkan kematian tanaman sawit.
Miliki Varietas Unggul
Jadi dengan program tadi yang disampaikan peremajaan lebih awal dengan bidik unggul ini harapannya bisa bercepat untuk mendongkrak penaikan yield, atau misalnya hasil daripada tanaman kelapa sawit," terangnya.
Astra Agro kini telah memiliki enam varietas unggul, termasuk varietas dengan karakter Moderate Resistant Ganoderma (MRG) yang dirancang lebih tahan terhadap serangan penyakit tersebut.
Tidak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan tanaman dengan pertumbuhan batang yang lebih pendek. Pada usia enam tahun, tinggi tanaman hanya sekitar 1,5–2 meter, lebih rendah dibandingkan varietas konvensional yang dapat mencapai hampir tiga meter.
Karakter tersebut dinilai mampu mempermudah proses panen, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperpanjang umur ekonomis tanaman, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan pekerja di lapangan.
Di bidang pemupukan, Astra Agro menerapkan konsep pemupukan presisi berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi spesifik lahan sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien dan mengurangi pemborosan.
Perusahaan juga mengembangkan pupuk hayati bernama Astra Efficient Microbe (Astemi) yang mampu menekan penggunaan pupuk anorganik hingga 25%. Selain menjaga produktivitas tanaman, inovasi tersebut juga berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca serta meningkatkan kesehatan tanah.
"Jadi, pupuknya bisa dikurangin hingga 25% dari dosisnya. Jadi, bayangkan di tempat kami bisa 10 ribu ton, 10 ribu ton pupuk anorganik, itu bisa dikurangi dengan diganti dengan pupuk hayati. Dan ini juga, selain untuk cara berlanjutannya, ini juga mengurangi emisi, dan juga mengurangi, membuat tanah itu menjadi lebih sehat," papar Ardha.

