Anindya Bakrie Ungkap Makna Logo Perahu dan Dua Kuda Kadin Indonesia di Depan Presiden
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan arti logo organisasi Kadin Indonesia yang menggambarkan sebuah perahu yang didampingi dua ekor kuda. Dalam pertemuannya bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026), Anindya menjelaskan bahwa gambar perahu melambangkan semangat kerja para anggota Kadin Indonesia sebagai pengusaha yang mampu berlayar di semua macam lautan.
Sementara itu, gambar dua ekor kuda melambangkan sinergi dan kerja keras bahu-membahu untuk mendukung program pemerintah dengan memegang teguh semboyan "Tabah, Jujur, Setia" demi Merah Putih.
"Kami kenapa Pak selalu kerja keras, Pak Presiden, dan juga optimis, karena kalau dilihat di logo Kadin itu memang di atasnya ada perahu, Pak. Nah, perahu ini menandakan bahwa pengusaha yang kuat adalah pengusaha yang bisa mengarungi segala macam tipe lautan. Dan juga di dalam logo tersebut ada bukan satu kuda, dua kuda, Pak. Yang artinya kita mesti kerja keras, bahu-membahu, untuk mendukung pemerintah," ujar Anin.
Pertemuan dengan Presiden siang ini dihadiri oleh hampir seluruh pengurus Kadin dari berbagai daerah seperti Papua Barat Daya, Kaltara, NTT, hingga Aceh, serta jajaran asosiasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dunia usaha dan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut Anindya menceritakan kembali kenangan saat para pengurus Kadin diundang ke Hambalang dan mengenakan seragam loreng untuk retret di Magelang sekitar satu tahun lalu. Saat itu, Presiden memberikan arahan bahwa dunia akan menghadapi gejolak serta potensi perang fisik maupun perang dagang, sehingga ketahanan pangan, energi, dan ekonomi menjadi bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Baca Juga
Kadin Paparkan 4 Program Quick Win di Depan Presiden Prabowo
Kadin menyikapi situasi gejolak global ini sebagai the new normal dengan senantiasa berpikir optimis dan solutif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten di angka 5% selama 20 tahun serta inflasi yang terkendali menjadi fondasi kuat, terlebih sinergi antara pemerintah daerah dan Kadin di berbagai wilayah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat berbasis kreativitas di luar APBN dan APBD.
"Dan kami izin Pak Presiden banyak keliling juga ke daerah, untuk melihat kerjasama antara tentunya pemerintah daerah dan juga Kadin, karena kami lihat korelasinya sangat positif. ketika kami datang misalnya ke Maluku Utara, atau ke Kaltara, kalteng, NTB, ketika kerjasamanya sangat rapi, bermitra strategis, pertumbuhannya juga sangat kuat. Dan yang menarik, pertumbuhannya itu tidak hanya datang dari APBN dan APBD, tapi dari kreativitas mereka semua," tutur Anindya.
Sebagai wadah dunia usaha dan mitra strategis pemerintah yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, Anindya menyebut Kadin terus menjalankan amanah Pasal 33 UUD 1945 melalui asas kekeluargaan, gotong royong, dan ekonomi kerakyatan.
Mengingat sekitar 92 persen PDB Indonesia didorong oleh konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor, Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi aktif merangkul UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, hingga perusahaan besar.
Kadin juga membuktikan komitmennya dengan merealisasikan empat program quick win, meliputi Satgas MBG Gotong Royong yang telah berkontribusi pada 866 dapur (128 di antaranya di kawasan 3T), Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang menerbitkan white paper "Health is the New Wealth", sertifikasi dan pelatihan bagi 208.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta dukungan renovasi rumah tidak layak huni guna menyukseskan program 3 juta rumah yang berpotensi membuka 19 juta lapangan kerja.
Selain program domestik, Kadin aktif melakukan diplomasi ekonomi luar negeri bersama para menteri untuk memperluas pasar ekspor dan investasi. Pembentukan Kadin Global Engagement Office (GEO) menjadi langkah konkret untuk mengawal keberlanjutan perjanjian perdagangan bebas seperti FTA dan CEPA, yang berkontribusi pada pencapaian separuh dari target investasi Rp2.041 triliun di semester pertama serta menyerap hampir 1,5 juta tenaga kerja.
Kadin pun memperkenalkan inisiatif We Buy From Indonesia, sebuah platform teknologi tiga bahasa yang memetakan rantai pasok global produk Indonesia bernilai ekspor 300 miliar Dolar AS. Melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, evaluasi program, serta penguatan lembaga seperti Danantara, Kadin optimistis dapat membawa Indonesia keluar dari tantangan global dan secara bertahap melampaui middle income trap menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen.
