PHR Perkuat Transisi Energi, Gas Bumi dari Sumatra Mulai Dilirik untuk Pasok CNG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi nasional dengan meningkatkan pengembangan lapangan gas bumi. Selain mempertahankan produksi minyak, perusahaan kini mengoptimalkan pemanfaatan gas sebagai energi yang lebih bersih, termasuk untuk mendukung kebutuhan compressed natural gas (CNG).
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Muhammad Arifin mengatakan arah pengembangan bisnis perusahaan kini tidak lagi hanya berfokus pada minyak, tetapi gas bumi yang memiliki emisi lebih rendah.
Baca Juga
PHR Catat Temuan Baru di Blok Rokan, Produksi Minyak Tembus 903 BOPD
"Kita juga memastikan mendukung transisi energi. Bahkan kalau kita bicara Rokan ya saat dulu itu fokusnya di minyak begitu dan sekarang bukan hanya minyak, tetapi energi gas yang lebih bersih itu kita bor," kata Arifin dalam Media Gathering PHR, Kamis (30/7/2026).
Menurut dia, sejumlah lapangan gas di wilayah Sumatra, khususnya Palembang dan Jambi, memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Sejumlah sumber gas yang sebelumnya belum termanfaatkan kini mulai menarik minat berbagai pengguna.
"Kalau di Palembang, kalau di Jambi itu banyak sekali stranding-stranding gas yang sudah kita bor dan banyak yang minat begitu ya 1-2 MM gitu ya itu banyak yang minat," ujarnya.
Arifin menjelaskan, gas dengan kapasitas relatif kecil tersebut banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku CNG untuk memenuhi kebutuhan sektor komersial, termasuk restoran dan usaha di kawasan pinggiran kota.
"Biasanya kalau yang kecil-kecil itu dipakai untuk CNG-CNG ya untuk resto-resto yang di pinggiran kota, itu cukup banyak memakai gas kita. Jadi insyaallah kita terus align dengan apa yang menjadi program pemerintah," sebut Arifin.
Penguatan produksi gas PHR sejalan dengan langkah pemerintah yang tengah mempercepat pemanfaatan CNG sebagai alternatif energi yang lebih bersih. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan uji coba penggunaan CNG sebagai pengganti LPG 3 kilogram mulai dilakukan pada Agustus 2026, dengan Jawa Barat menjadi salah satu lokasi prioritas.
Baca Juga
PHR Catat Temuan Baru di Blok Rokan, Produksi Minyak Tembus 903 BOPD
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih memprioritaskan pengujian aspek keselamatan tabung CNG sebelum program diperkenalkan kepada masyarakat secara terbatas.
Apabila uji coba berjalan sesuai rencana, pemanfaatan gas bumi domestik diproyeksikan semakin meningkat dan membuka peluang pasar baru bagi produsen gas nasional, termasuk PHR, dalam mendukung penyediaan energi yang lebih bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
