Perluas Infrastruktur Gas Industri, Samator (AGII) Investasi 'Filling Station' Berteknologi Digital di Batam
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) memperkuat infrastruktur distribusi gas industri dengan meresmikan ekspansi filling station atau stasiun pengisian gas industri berteknologi digital di pabrik PT Samator Gas Industri Batam. Investasi ini ditujukan untuk memenuhi lonjakan permintaan gas industri sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri strategis di Batam dan Kepulauan Riau.
Peresmian fasilitas di Batam tersebut menjadi bagian strategi jangka panjang perseroan dalam memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan keandalan pasokan gas industri bagi sektor manufaktur, elektronika, galangan kapal, logistik, hingga industri berteknologi tinggi.
Presiden Direktur Samator Rachmat Harsono mengatakan modernisasi filling station Batam merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat kepada pelanggan sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Baca Juga
Tebar Dividen Rp 35 Miliar, Samator Indo Gas (AGII) Optimistis Pertumbuhan Kinerja Berlanjut
"Batam kalau dilihat dari growth-nya luar biasa sekali. Demand untuk oksigen, nitrogen, argon untuk industri sangat cepat kenaikannya, mungkin 20-30% dari tahun lalu. Karena perkembangan industri yang sangat cepat ini, kami melihat perlu investasi. Filling Station ini yang tercanggih, semua berbasis teknologi, sehingga kita bisa mengetahui pressure dan berbagai parameter lainnya dari sini," ujar dia dikutip Rabu (29/7/2026).
Filling station memproduksi dan mendistribusikan berbagai jenis gas industri, antara lain oksigen (O₂), nitrogen (N₂), argon (Ar), karbon dioksida (CO₂), nitrogen mix, argon mix, hidrogen, forming gas, specialty gas, serta berbagai produk mixed gas. Seluruh produk tersebut dibutuhkan untuk menunjang proses produksi di industri manufaktur, oleokimia, fabrikasi logam, pengelasan, elektronik, energi, makanan dan minuman, hingga layanan kesehatan.
Fasilitas baru ini telah dilengkapi sistem otomasi pada proses pengisian sehingga operasional menjadi lebih efisien, akurat, dan konsisten. Teknologi tersebut juga meningkatkan aspek keselamatan kerja sekaligus kualitas layanan sehingga perseroan dapat merespons kebutuhan pelanggan secara lebih cepat.
Dukung investasi di Batam
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menyambut baik ekspansi yang dilakukan Samator. Menurutnya, ketersediaan gas industri yang memadai menjadi salah satu faktor penting bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Batam.
"Batam terus diarahkan menjadi role model pertumbuhan ekonomi dalam bisnis investasi. Karena itu kebutuhan gas harus bisa dipenuhi dengan cepat dan berkesinambungan agar investor semakin yakin berinvestasi di Batam," ungkapnya.
Menurut perseroan, keberadaan filling station digital juga meningkatkan fleksibilitas logistik dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di Kepulauan Riau dan kawasan industri sekitarnya. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi membangun rantai pasok gas industri yang lebih tangguh sekaligus memperluas akses pelaku usaha terhadap layanan gas industri.
Baca Juga
Samator Indo Gas (AGII) Catat Lonjakan Laba 4,5 Kali Lipat pada Kuartal I-2026
Selain memperkuat distribusi, Samator mengoperasikan fasilitas tersebut dengan mengedepankan prinsip safety, health, and environment (SHE) atau keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan. Perseroan menerapkan prosedur kerja yang terstandar, sistem otomasi pengisian, serta budaya keselamatan untuk memastikan operasional berjalan aman dan andal.
Ekspansi di Batam memperkuat jaringan operasional Samator yang telah memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di industri gas. Saat ini perseroan mengoperasikan 60 pabrik dan 103 filling station yang tersebar di 29 provinsi di Indonesia.
