Refleksi Badai Start-up 10 Tahun Terakhir, Boy Thohir Sorot Soal Karakter Gen Z
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Dewan Pembina Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, memberikan catatan terhadap fenomena pasang surut industri perintisan (start-up) yang didominasi oleh generasi muda atau Gen Z. Menurutnya, kegagalan banyak perusahaan start-up dalam kurun waktu satu dekade terakhir tidak lepas dari rapuhnya fondasi kepemimpinan dan karakter para pendirinya.
Hal tersebut disampaikan Boy Thohir dalam sambutannya saat meresmikan Smart Classroom At-Thohir Vidya Loka untuk Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI), Selasa (28/7/2026).
Boy mengungkapkan pengalamannya mengamati pertumbuhan industri start-up selama 10 tahun terakhir, memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya nilai-nilai dasar dalam berbisnis.
"Pengalaman saya jujur 10 tahun terakhir melihat dan mengalami bagaimana start-up company ini berkembang. Tetapi boleh jujur, karena pondasinya tidak kuat, mereka akhirnya banyak yang berjatuhan," ujar Boy Thohir di hadapan jajaran pimpinan dan akademisi UI.
Pengusaha nasional ini menilai, kecerdasan akademik yang didapat dari bangku perkuliahan saja tidak cukup untuk menghadapi dinamika dunia usaha yang penuh dengan tantangan nyata. Dari pengalamannya menempuh pendidikan di Amerika Serikat hingga bergelut di dunia bisnis tanah air, teori dalam buku teks (textbook) hanya menyumbang sebagian kecil dari kunci keberhasilan.
Baca Juga
"Ilmu yang kita pelajari di textbook itu hanya 20 persen. Apalagi di Indonesia, mohon maaf, mungkin 10 persen saja. Begitu masuk ke bidang usaha, itu luar biasa culture shock-nya karena dunia usaha penuh dengan segala macam problem dan tantangan," ungkapnya.
Untuk meminimalisasi kegagalan serupa di masa depan, Boy Thohir menyarankan perlunya ruang pemikiran dan berbagi pengalaman (sharing) yang lebih intensif antara pelaku industri dengan para mahasiswa, khususnya Gen Z dan generasi penerus di FEB UI.
Ia menekankan penguatan pada aspek kepemimpinan (leadership), kebijaksanaan (wisdom), serta keteladanan menjadi benteng utama agar perusahaan yang dibangun generasi muda dapat bertahan dalam jangka panjang.
"Saya sangat yakin banyak sekali mahasiswa yang secara akademik pintar-pintar. Namun, kita juga harus menanamkan wisdom, lead by example, nilai-nilai, dan integritas. Karena menurut saya, integrity is everything," tegas Boy Thohir.
