Anindya: Investasi Jadi Kunci Kebangkitan Manufaktur Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini sektor manufaktur nasional masih memiliki prospek cerah meski aktivitas menghadapi tekanan. Penguatan perdagangan dan arus investasi akan menjadi kunci untuk mengembalikan momentum pertumbuhan manufaktur Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, peningkatan aktivitas perdagangan akan mendorong masuknya investasi baru ke sektor industri sehingga memperkuat basis manufaktur nasional.
Baca Juga
Anindya: Ekspor Bernilai Tambah Dongkrak Surplus Dagang ke China Jadi US$ 5,8 Miliar
"Kami melihat justru dengan kita menggiatkan perdagangan, akan ada investasi di bidang industri yang memperkuat manufaktur," ujar Anindya saat ditemui di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, Indonesia perlu terus melanjutkan agenda industrialisasi agar mampu meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas unggulan, tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga sektor pertanian hingga ekonomi berbasis teknologi.
"Karena kita mesti continue terus untuk mengindustrialisasi kita punya sektor-sektor. Bukan saja tentunya dari sisi mineral kritis, tadi seperti nikel, copper, bauksit, tapi juga dari pertanian, bahkan dari teknologi, data pun juga bisa diolah menjadi suatu yang berharga," kata dia.
Anindya menilai, prospek manufaktur Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga daya tarik Indonesia sebagai tujuan perdagangan dan investasi global. Selama arus investasi tetap terjaga, ia optimistis industrialisasi nasional akan kembali menguat.
“Kembali lagi ke manufaktur, kita melihat hanya masalah waktu. Kalau Indonesia terus menjadi negara yang diminati untuk berdagang dan juga berinvestasi, pasti industrialisasinya selama kita fokuskan bisa berkembang kembali," sebut Anindya.
Baca Juga
Anindya Bakrie Yakin Ekspor Meningkat Berkat Hilirisasi dan Investasi
Pernyataan tersebut disampaikan Anindya merespons kondisi sektor manufaktur yang belakangan mendapat sorotan setelah indikator aktivitas industri berada di zona kontraksi. Meski begitu, Kadin menilai tekanan tersebut bersifat sementara dan dapat diatasi melalui penguatan investasi, ekspor, serta percepatan hilirisasi di berbagai sektor strategis.
Kadin pun mendorong agar Indonesia terus memperluas basis industri bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan daya saing manufaktur sekaligus memperbesar kontribusi ekspor produk olahan di pasar global.
