Teknologi 'Dual Completion Elnusa (ELSA) Topang Produksi PHR Zona 4 Naik Jadi 480 BOPD
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, memperkuat perannya sebagai mitra strategis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui implementasi teknologi dual completion di Adera Field. Penerapan teknologi tersebut meningkatkan produksi migas sekaligus mendukung upaya Pertamina memperkuat ketahanan energi nasional.
Penerapan teknologi tersebut menghasilkan tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari (BOPD).
Implementasi dual completion menjadi bagian strategi pengembangan lapangan PHR Zona 4 untuk mengoptimalkan potensi lapangan migas yang telah memasuki fase mature field, yakni lapangan yang produksinya mulai menurun akibat usia operasi. Teknologi tersebut melengkapi berbagai program pengembangan, mulai pengeboran sumur pengembangan, pengeboran step out, hingga optimalisasi reservoir agar cadangan hidrokarbon dapat dimanfaatkan lebih efisien.
Baca Juga
Dongkrak Produksi Migas, Elnusa (ELSA) Sukses Terapkan CEOR 'Offshore' Pertama di Indonesia
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk Andri Haribowo mengatakan kolaborasi dengan PHR Zona 4 menunjukkan komitmen Elnusa dalam menghadirkan solusi operasional yang mampu meningkatkan produktivitas industri hulu migas nasional.
"Keberhasilan implementasi dual completion bersama PHR Zona 4 merupakan bukti bahwa sinergi antara operator dan perusahaan jasa energi mampu menciptakan operasi yang lebih produktif dan efisien. Kapabilitas Elnusa menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengoptimalkan pengembangan lapangan melalui sinergi dengan mitra strategis. Kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kompetensi nasional mampu memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan operasi hulu migas Indonesia," ujar Andri dikutip Rabu (22/7/2026).
Dalam proyek tersebut, Elnusa memberikan dukungan melalui kapabilitas well intervention & completion, layanan rekayasa (engineering services), serta pelaksanaan operasi lapangan yang mengedepankan standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE). Dukungan tersebut memungkinkan pekerjaan penyelesaian sumur dilakukan tepat waktu, aman, dan sesuai standar operasional sehingga memberikan nilai tambah bagi pengembangan lapangan migas PHR Zona 4.
Produksi Melampaui Target
Melalui implementasi dual completion pada sumur BNG-D14 di Adera Field, dua reservoir berhasil diproduksikan melalui satu sumur tanpa memerlukan pengeboran sumur baru pada setiap lapisan. Pendekatan tersebut meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan, mengurangi kebutuhan intervensi sumur, serta mengoptimalkan pemanfaatan reservoir yang masih produktif sehingga menjadi solusi bagi lapangan migas yang telah memasuki fase mature.
Penerapan teknologi tersebut menghasilkan tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,3 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Realisasi tersebut jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 186 BOPD minyak dan 1,09 MMSCFD gas.
Keberhasilan ini mendorong PHR Zona 4 untuk melanjutkan implementasi dual completion pada sumur berikutnya, yakni GNK-PD80 dan BNG-B7, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi reservoir yang masih memiliki produktivitas tinggi.
Baca Juga
Perkuat Distribusi BBM di Sumut, Elnusa Petrofin Tambah Armada Jadi 176 Unit
Andri mengatakan keberhasilan peningkatan produksi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara operator dan penyedia jasa energi menjadi faktor penting dalam menciptakan operasi hulu migas yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.
"Kami percaya keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi yang solid antar entitas Pertamina Group. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, Elnusa akan terus mendukung PHR dan seluruh entitas Pertamina Group melalui layanan yang andal, inovatif, serta berorientasi pada operational excellence guna mendukung target produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia," tutup Andri.
