Blok Masela Groundbreaking setelah 28 Tahun Mangkrak, Prabowo Ungkap Strateginya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap strateginya untuk mengatasi mangkraknya proyek gas Abadi Masela. Prabowo diketahui groundbreaking proyek tersebut pada Kamis (16/7/2026) setelah 28 tahun mangkrak.
Dalam taklimatnya saat sidang kabinet paripurna, Senin (20/7/2026), Prabowo mengaku berangkat ke Tokyo, Jepang untuk bertemu langsung para petinggi Inpex Corporation.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Digitalisasi Pendidikan Indonesia Raih Penghargaan Tertinggi PBB
"28 tahun mangkrak, saya berangkat ke Tokyo, saya ketemu pimpinannya perusahaan-perusahaan Jepang itu, Inpex," tutur Prabowo.
Dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku mempertanyakan nasib proyek Masela. Prabowo menyatakan bakal mengalihkan proyek tersebut ke perusahaan lain jika Inpex tak ada pergerakan.
"Saya sampaikan dengan baik dan sopan, 'saudara masih berminat? Kalau saudara tidak berminat, saya akan alokasi, saya akan tunjuk perusahaan lain'. Sopan, tetapi tegas," katanya.
Sebagai bangsa Indonesia yang dikenal ramah, Prabowo mengatakan hal itu bukan ultimatum, tetapi imbauan. Prabowo pun menekankan pentingnya proyek tersebut bagi bangsa Indonesia.
"Sebagai bangsa Indonesia yang ramah, enggak mungkin kita kasih ultimatum kan, bukan ultimatum itu, imbauan. Benar itu. 'Yang Mulia, apakah Jepang masih berminat? Masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi, sangat butuh devisa'. Habis itu pulang-pulang ya, ya kalau Menteri ESDM boleh saya 'teken-teken' ya, enggak apa-apa," katanya.
Baca Juga
Bahlil Sebut Proyek Masela US$ 20,9 Miliar Utamakan Pekerja Lokal
Prabowo diketahui bertemu dengan para pemimpin perusahaan ternama Jepang, termasuk Inpex dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Jepang pada 31 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, CEO Inpex Takayuki Ueda turut hadir. Setelah pertemuan di Tokyo, Prabowo menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memantau perkembangan proyek Masela.
"Menteri ESDM, 6 bulan tidak ada kegiatan, cabut! Sekarang kita tidak toleransi. HGU, HGB, SIUP, izin kita beri, 2 tahun tidak ada kegiatan, cabut!" ujar Prabowo.
Diberitakan, Prabowo melakukan groundbreaking proyek gas abadi Masela melalui video konferensi dari Istana Merdeka, Kamis (16/7/2026) atau empat bulan setelah pertemuannya dengan Inpex di Tokyo.

