Pertamina Jadi Penggerak Proyek Sampah Jadi Energi di Yogyakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) mendukung percepatan penyelesaian persoalan sampah nasional melalui pengembangan proyek pembangkit sampah energi listrik (PSEL) di kawasan Kertamantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam proyek tersebut, Pertamina berperan sebagai anchor off taker, yaitu pihak yang menjamin pemanfaatan sampah sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan energi listrik, guna mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi timbunan sampah.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono dalam forum Waste to Energy Talks pada Kamis (16/7/2026).
Baca Juga
Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Genjot Produksi Migas, Hasil Pengeboran Capai 125% Target
Koordinator Nasional sekaligus Ketua Program Waste to Energy (WtE) Zulkifli Hasan mengatakan penyelesaian persoalan sampah menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, menegaskan Indonesia tidak akan mampu menjadi negara maju apabila persoalan sampah belum dapat ditangani secara menyeluruh.
"Saat ini Indonesia sudah masuk kategori darurat sampah, khususnya di wilayah perkotaan yang masih menerapkan sistem open dumping. Insyaallah pada 2029 kita menargetkan mampu menyelesaikan sekitar 80% persoalan sampah nasional," ujar Zulkifli dikutip Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan pengolahan sampah menjadi energi listrik telah diterapkan di berbagai negara selama lebih dari 20 tahun dan terbukti menjadi salah satu solusi efektif mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi.
Untuk mempercepat implementasinya di Indonesia, pemerintah membentuk Satuan Tugas Waste to Energy yang bertugas menyederhanakan regulasi sehingga pembangunan proyek dapat berlangsung lebih cepat. "Fokus kami adalah memastikan hambatan regulasi dapat diselesaikan sehingga proyek Waste to Energy dapat segera direalisasikan di berbagai daerah," katanya.
Pertamina tangani proyek Kertamantul
Agung Wicaksono mengatakan Pertamina terlibat dalam program PSEL setelah melalui proses seleksi yang kompetitif bersama sejumlah perusahaan swasta nasional maupun internasional. "Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina memiliki daya saing untuk mendukung penyelesaian persoalan lingkungan melalui solusi energi," ujar Agung.
Ia menjelaskan Pertamina memperoleh mandat mengembangkan proyek PSEL di kawasan Kertamantul yang mencakup Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Kawasan tersebut menghasilkan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Seluruh sampah akan diolah menggunakan teknologi insinerator untuk menghasilkan energi listrik sekaligus mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Baca Juga
Konsumsi BBM di Medan Naik 10%, Pertamina Percepat Distribusi
Menurut Agung, keterlibatan Pertamina dalam proyek ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
"Kami mendukung kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup dalam mengatasi persoalan ekologi di kota-kota. Dalam program PSEL ini Pertamina berperan sebagai anchor off taker sampah. Program ini juga menjadi bagian dari Dual Growth Strategy Pertamina. Pada saat yang sama, proyek ini menjadi bentuk sinergi BUMN bersama PLN dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutup Agung.
