Sukses di Innoprom 2026, Indonesia Jalin 13 MoU Strategis di Kawasan Eurasia
Poin Penting
|
EKATERINBURG, Investortrust.id --- Indonesia berhasil mengikat komitmen bisnis lewat penandatanganan 13 Memorandum of Understanding (MoU) di sektor perdagangan, investasi, hilirisasi, pengembangan kawasan industri, penguatan rantai pasok, alih teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia industri di ajang Innoprom 2026. Kesepakatan ini berhasil dijalin setelah menggelar 8 pertemuan bilateral meeting dengan pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, dan Wilayah Sverdlovsk.
Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Rusia, seperti dikutip Sabtu, (11/7/2026). Keberhasilan tersebut sekaligus menutup keikutsertaan gemilang Indonesia sebagai Official Partner Country pada pameran industri internasional yang berlangsung selama empat hari tersebut, yang membawa berbagai capaian strategis demi memperluas akses pasar di kawasan Eurasia.
Sepanjang pelaksanaan pameran, Kementerian Perindustrian memanfaatkan setiap agenda bilateral meeting, business forum, business talk, dan business matching sebagai sarana utama untuk mempercepat alih teknologi serta meningkatkan daya saing produk manufaktur nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 telah memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia, di mana hal ini terlihat dari tingginya antusias pelaku industri dari pasar Eurasia yang menginginkan kerja sama dengan industri nasional dan bahkan telah melakukan penandatanganan MoU sepanjang kehadiran kita di Rusia. Secara rinci, ke-13 kesepakatan tersebut meliputi kerja sama antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, serta kemitraan dengan negara Kyrgyzstan, Kazakhstan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, dan Wilayah Sverdlovsk.
Baca Juga
Indonesia Pamer Mandatori Biodiesel B50 di Ajang INNOPROM 2026 Rusia
Selain kesepakatan tingkat pemerintah, kerja sama antar-pelaku usaha atau business-to-business (B2B) juga diwujudkan secara konkret di Rusia. Sinergi ini melibatkan Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, dan Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) bersama United Industrial Corporation AK Bars.
Di samping itu, penandatanganan nota kesepahaman juga terjalin antara PT Minang Jordanindo dan CHETRA LLC, serta Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dengan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF). Seluruh MoU yang ditandatangani tersebut akan menjadi landasan kuat bagi pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari rekayasa mesin, industri alat berat, otomotif, metalurgi, industri kimia, industri halal, pengolahan mineral, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional, Tri Supondy, menyampaikan bahwa capaian yang diraih Indonesia selama INNOPROM 2026 menunjukkan bahwa industri nasional semakin dipercaya dan berbagai kerja sama yang terbangun melalui ajang ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, dan kolaborasi industri yang memberikan nilai tambah bagi penguatan daya saing manufaktur Indonesia.
Apresiasi besar terhadap kontribusi luar biasa ini juga datang dari pihak penyelenggara di Rusia. Direktur Program Bisnis Formika Event, Anton Atrashkin, mengungkapkan bahwa ini merupakan kali pertama pelaku usaha Indonesia hadir di Rusia dalam skala sebesar ini, dan pihaknya melihat begitu banyak talenta serta energi yang dicurahkan untuk menghadirkan paviliun dan rangkaian kegiatan yang sangat mengesankan.
