Pam Jaya Raih Rekor Muri, Target Layanan Air Bersih 100% pada 2029
JAKARTA, investortrust.id - PT Pam Jaya (Perseroda) meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) atas penyambungan pipa air minum terbanyak dalam satu tahun, yakni sebanyak 72.666 sambungan sepanjang 2025.
Penghargaan tersebut diterima Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam ajang Jakarta Water Hero 2026 yang memberikan apresiasi kepada individu, komunitas, pelanggan, dan mitra yang berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan air di Jakarta.
Baca Juga
Menurut Pramono, capaian tersebut memperkuat optimisme Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan layanan air minum perpipaan 100% pada 2029. Saat ini, cakupan layanan Pam Jaya telah mencapai 82% atau melayani sekitar 8,9 juta jiwa.
"Ketika saya mencanangkan pada 2029 layanan air bersih di Jakarta harus mencapai 100%, banyak yang tidak percaya. Namun, sekarang capaian Pam Jaya sudah mencapai 82%. Saya yakin, dengan waktu tiga tahun ke depan, target 100% itu bisa kita wujudkan," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (10/7/2026).
Pramono menegaskan, rekor Muri bukan menjadi tujuan akhir. Dikatakan, tantangan berikutnya adalah memastikan perluasan jaringan air perpipaan dapat menjangkau seluruh warga, terutama masyarakat yang masih kesulitan memperoleh akses air bersih.
"Bagi saya, rekor Muri merupakan bentuk apresiasi atas apa yang telah dilakukan. Namun, yang lebih penting adalah memastikan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, memperoleh akses terhadap air bersih karena air merupakan hak dasar setiap warga," ucap dia.
Ia juga meminta profesionalisme Pam Jaya terus dijaga setelah bertransformasi menjadi perseroan daerah. Pramono menyebut, pemisahan fungsi regulator dan operator diperlukan agar perusahaan dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi.
"Profesionalisme adalah kata kunci jika Pam Jaya ingin terus maju. Tidak boleh ada intervensi dalam menjalankan perusahaan. Ketika tata kelola dijaga dengan baik, hasilnya mulai kita rasakan hari ini," ujarnya.
Pramono menyampaikan, perluasan layanan air perpipaan juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan warga terhadap air tanah yang berisiko memperburuk penurunan muka tanah dan ketahanan lingkungan Jakarta.
"Air bukan sekadar komoditas, tetapi hak dasar warga. Untuk itu, layanan air minum harus aman, berkualitas, terjangkau, dan dapat diakses secara setara oleh seluruh masyarakat. Ketahanan air tidak cukup dibangun melalui infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh warga untuk menggunakan air secara bijak," tutur dia.
Baca Juga
PAM Jaya Laporkan 84 Kelurahan Terdampak Suplai Air Baku Akibat Kebocoran Pipa Ini
Sementara itu, Direktur Utama Pam Jaya Arief Nasruddin, mengatakan bahwa jaringan perpipaan Pam Jaya saat ini telah mencapai sekitar 13.200 kilometer (km). Untuk mencapai cakupan layanan 100%, lanjutnya, jaringan tersebut akan ditambah lebih dari 2.000 km dalam beberapa tahun ke depan.
Selain memperluas jaringan, Pam Jaya juga mengembangkan instalasi pengolahan air baru, embung sebagai sumber air baku, serta skema kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk memperkuat pembiayaan.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Pam Jaya menyediakan Program Kartu Air Sehat dengan tarif Rp 1 per liter. "Kami terus berinovasi agar target yang diberikan Pemprov DKI Jakarta dapat tercapai. Insyaallah, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, masyarakat Jakarta dapat sepenuhnya menikmati layanan air bersih perpipaan pada 2029," kata Arief.
