Bahlil: B50 Aman untuk Mercedes-Benz hingga Toyota
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahan bakar biodiesel 50% (B50) aman digunakan pada berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil premium asal Eropa, seperti Mercedes-Benz. Kepastian itu diperoleh setelah pemerintah melakukan serangkaian uji coba selama enam bulan sebelum B50 resmi diluncurkan.
Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran B50, Bahlil mengatakan pengujian tidak hanya dilakukan pada kendaraan produksi Jepang, tetapi juga mobil asal Eropa, kereta api, bus, hingga kapal.
Baca Juga
Momen Prabowo Cari Erick Thohir: Kita Bisa B50, tetapi Tidak Bisa Masuk Piala Dunia
"Ini test case-nya enam bulan. Kereta api, mobil, mobil Mercedes pun dites, bus. Tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin. Kapal-kapal semuanya kita tes," ujar Bahlil dalam Peluncuran B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas B50 memenuhi standar penggunaan pada berbagai tipe mesin dan moda transportasi, sehingga implementasinya dapat berjalan tanpa mengganggu performa kendaraan.
Hasil pengujian menunjukkan performa B50 justru lebih baik dibandingkan biodiesel B40 yang selama ini digunakan. "Alhamdulillah hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," kata Bahlil.
Dia menjelaskan salah satu indikator peningkatan kualitas terlihat dari daya tahan filter bahan bakar. Pada penggunaan B40, filter umumnya perlu diganti setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 10.000 hingga 20.000 kilometer.
Baca Juga
B50 Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja dan Hemat Devisa Rp 170 Triliun
Sementara pada pengujian B50, terdapat kendaraan yang telah menempuh jarak hingga 40.000 kilometer tanpa memerlukan penggantian filter. "Kalau B40 filternya diganti pada 10.000 sampai 20.000 kilometer. Nah, untuk B50 ada yang sudah 40.000 kilometer belum diganti filternya," ungkapnya.
Bahlil menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kadar biodiesel hingga 50% tidak mengurangi keandalan mesin. Sebaliknya, B50 dinilai telah memenuhi aspek kualitas sekaligus mendukung target pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sawit.
