Indonesia Bidik Nol Bea Masuk ke Belarus, Ratifikasi EAEU Dikebut Masuk DPR
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah mempercepat proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Langkah ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk nasional ke Belarus dan negara-negara anggota EAEU.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan surat kepada DPR untuk mempercepat ratifikasi perjanjian tersebut. Belarus dan Rusia sendiri telah lebih dulu meratifikasi kesepakatan itu.
“Pak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR. Untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Airlangga menjelaskan ratifikasi EAEU akan memberikan keuntungan besar bagi pelaku usaha Indonesia. Lebih dari 90% produk ekspor nasional akan menikmati tarif bea masuk nol persen ke kawasan tersebut, termasuk Belarus.
Baca Juga
James Riady Ajak Belarus Jadikan Indonesia “Rumah Kedua” Investasi
“Sehingga dengan demikian hampir 90% lebih produk Indonesia masuk EAEU termasuk Belarus dengan bea masuk nol, demikian pula dengan sebaliknya,” ujarnya.
Menurut Politisi Partai Golkar ini, forum bisnis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Kunjungan delegasi Belarus juga menjadi tindak lanjut hasil Joint Commission Meeting yang digelar di Minsk pada Mei lalu.
Ia mengatakan nilai perdagangan Indonesia dan Belarus saat ini mencapai sekitar US$ 220 juta. Pemerintah berharap kerja sama perdagangan dan investasi terus meningkat seiring implementasi perjanjian dagang tersebut.
Airlangga menilai penyelesaian ratifikasi EAEU akan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar Eurasia. "Perjanjian ini membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas ekspor ke kawasan dengan pasar yang terus berkembang," jelas Airlangga.
Sekadar informasi, Presiden Belarus, Alexander Lukashenko akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta dalam waktu dekat. Lawatan ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Prabowo ke Minsk pada Juli 2025 lalu.
