Dapat Lahan dari Lippo, Maruarar Janjikan Akad Rusun Meikarta Dimulai Akhir 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menargetkan masyarakat sudah bisa melakukan akad dan mulai memesan unit rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada akhir 2026. Target tersebut disampaikan setelah pemerintah menerima komitmen hibah lahan seluas 31,3 hektare dari PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) untuk mendukung program 3 juta rumah.
Dokumen hibah lahan ditandatangani di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (29/6/2026), oleh perwakilan Lippo Group bersama Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan P Roeslani.
Maruarar menyebutkan, lahan hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun sekitar 141.000 unit rusun subsidi dengan berbagai tipe, mulai satu hingga tiga kamar tidur, termasuk unit berukuran sekitar 45 meter persegi (m2).
Baca Juga
Rusun Subsidi Meikarta Ditargetkan Akad September 2026, Diminati ASN Bekasi
Menurut dia, penyediaan hunian vertikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi backlog kepemilikan rumah yang berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 masih mencapai 9,64 juta unit, terutama di kawasan perkotaan.
"Ini merupakan kerja sama lintas sektor. Kami ingin memberikan kepastian kepada masyarakat sebagai calon penghuni, kepada pengembang dan kontraktor yang akan membangun, serta kepada pemerintah daerah dalam proses perizinan. Targetnya, pada akhir tahun ini masyarakat sudah dapat melakukan akad dan mulai memesan unit rumah susun," kata pria yang akrab disapa Ara itu.
Ia menambahkan, proses hibah lahan telah melalui pengawasan Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta dikonsultasikan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Tata kelola hibah lahan ini diawasi oleh Kejaksaan Agung dan BPKP serta telah dikonsultasikan dengan KPK. Hasilnya dinyatakan clear and clean, sehingga hari ini kita dapat melaksanakan penandatanganan komitmen hibah. Kami berharap ini menjadi terobosan besar bagi pembangunan rumah susun subsidi di Indonesia," ucap Ara.
Menteri PKP juga berterima kasih pada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang akan mendukung pembangunan sekaligus pembiayaan proyek tersebut.
Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, aset hibah tersebut nantinya akan dikelola oleh BPI Danantara dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN). Dikatakan, seluruh proses hibah akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan Kejaksaan Agung dan BPKP.
Lebih lanjut, CEO Danantara Rosan menyampaikan, pihaknya siap menjalankan amanah pemerintah dalam mengelola aset dan mendukung pembangunan rusun subsidi di atas lahan hibah tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Lippo Group atas komitmennya. Hibah lahan ini akan memberikan manfaat yang sangat besar karena akan dimanfaatkan untuk pembangunan sekitar 141.000 unit rumah susun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Danantara siap menjalankan tugas ini sesuai ketentuan yang berlaku," tutur Rosan.
Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady menambahkan, keputusan menghibahkan lahan tersebut berawal dari diskusi mengenai kebutuhan penyediaan perumahan dan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.
"Beberapa bulan yang lalu James (Chairman of Lippo Group) menyampaikan bahwa bangsa kita masih menghadapi kekurangan perumahan dan salah satu tantangan utamanya adalah penyediaan lahan. Kami ingin memberikan sumbangsih kepada negara melalui sektor perumahan, sehingga lahirlah komitmen untuk menghibahkan lahan Meikarta ini," kata Mochtar Riady.
Dikatakan Mochtar Riady, pembangunan sektor perumahan dapat menjadi penggerak ekonomi karena melibatkan banyak sektor industri sekaligus membantu mengurangi kemiskinan.
Rusun Meikarta direncanakan memiliki total 54 tower atau 141.000 unit dengan tiga tipe unit, yakni satu kamar tidur (tipe 25 dan 27), dua kamar tidur (35 dan 37), serta tiga kamar tidur (tipe 45).
Chairman of Lippo Group James Riady sebelumnya menyatakan, rusun subsidi Meikarta akan diserahterimakan kepada MBR yang dimulai pada Agustus atau September 2026. Sementara tahap pertama proyek rusun dengan luas 11 hektare itu ditargetkan selesai dan mulai serah terima seluruh unitnya pada Agustus 2028. "Targetnya kan Agustus 2028 itu selesai tahap pertama itu mulai serah terima (unit)," kata James di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/5/2026) lalu.
Baca Juga
Rusun Subsidi Meikarta Ditargetkan Akad September 2026, Diminati ASN Bekasi
Terkait analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), James menyebut dokumen amdal kawasan telah tersedia dan proses untuk proyek rusun subsidi tersebut masih berjalan. "Itu kan amdal kawasannya kan sudah ada, dan setiap proyek ini kan sudah ada amdal. Jadi yang khusus untuk (rusun subsidi) ini sedang terus dilakukan," tuturnya.
Ia memaparkan progres pembangunan tahap pertama rusun subsidi Meikarta telah terpasang tiang pancang (testpile) sebanyak 1.836 titik dari total 8.602 titik. "Ini selesai bulan Juli, dan Agustus mulai naik (pembangunan ke atas, red)," kata James.
