Investasi Pertamina NRE di Filipina Berbuah Dividen, Kapitalisasi CREC US$ 900 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Strategi investasi PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), subholding energi baru dan terbarukan PT Pertamina (Persero), di Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) Filipina mulai membuahkan hasil.
Setelah mengakuisisi 20% saham CREC pada Juni 2025, Pertamina NRE telah menerima dividen, seiring lonjakan kinerja perusahaan dan kenaikan nilai saham yang mendorong kapitalisasi pasar CREC mendekati US$ 900 juta atau meningkat hampir 50% hingga triwulan II 2026.
Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati mengatakan pembagian dividen dalam kurun waktu sekitar 1 tahun menjadi bukti bahwa investasi tersebut tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah menghasilkan manfaat finansial.
Baca Juga
Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026
"Pembagian dividen dari CREC dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi yang kami lakukan tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi memberikan manfaat finansial. Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Pertamina NRE dalam mengembangkan portofolio investasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan," ujar Sri dalam keterangannya di Jakarta, MInggu (28/6/2026).
Hingga triwulan II 2026, kapitalisasi pasar CREC meningkat dari sekitar US$ 600 juta menjadi mendekati US$ 900 juta. Kenaikan tersebut mencerminkan prospek bisnis energi terbarukan yang terus membaik sekaligus mempertegas keputusan investasi Pertamina NRE yang dinilai tepat dari sisi ekonomi maupun tata kelola perusahaan.
Selain meningkatkan kinerja keuangan, investasi tersebut turut memperkuat portofolio energi terbarukan Pertamina NRE di Asia Tenggara. Saat ini, CREC memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit yang mengubah energi matahari menjadi listrik, lebih dari 1.200 MWdc. Kapasitas tersebut menjadikan CREC sebagai salah satu pengembang energi surya terbesar di Filipina sekaligus aset strategis dalam portofolio investasi Pertamina NRE.
Pertamina NRE juga terus memantau pelaksanaan strategi bisnis jangka pendek maupun jangka panjang CREC untuk memastikan optimalisasi penciptaan nilai atau value creation bagi perusahaan.
Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE Eri Reksoprodjo mengatakan kerja sama kedua perusahaan memberikan manfaat strategis bagi masing-masing pihak, baik dari sisi finansial maupun pengembangan bisnis.
"Bergabungnya Pertamina NRE sebagai investor bukan hanya merupakan strategic financial investment karena investasi ini diharapkan juga dapat mendorong Pertamina NRE memperluas kerja sama dengan CREC selaku mitra strategis dalam memperkuat portofolio investasi PNRE yang sudah ada, bahkan berpotensi memperkuat posisi tawar perusahaan dalam upaya mendapatkan peluang investasi unggulan lain di kemudian hari," kata dia.
Perolehan dividen dan capaian return on investment (ROI) 43,4% yang menggembirakan ini merupakan cerminan sebuah inisiatif investasi yang dilakukan secara disiplin, akuntabel, mengedepankan tata kelola, sekaligus mengutamakan fundamental bisnis yang baik untuk menjamin nilai tambah pemegang saham.
Ke depan, Pertamina NRE akan terus memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada penciptaan nilai melalui peningkatan tingkat pengembalian investasi maupun penguatan kapabilitas bisnis energi bersih.
"Kemitraan dengan CREC membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan proyek energi terbarukan, transfer pengetahuan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk mendukung percepatan transisi energi dan ketahanan energi nasional," kata dia.
Baca Juga
Lapangan Karamba 'First Gas' 4 MMscfd, ISOG Pasok Energi untuk Kilang Pertamina di Balikpapan
Didukung Danantara
Keberhasilan investasi tersebut juga mendapat dukungan dari Danantara Investment Management yang menilai langkah Pertamina NRE mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat strategis dalam jangka panjang.
Chief Investment Officer Danantara Investment Management Pandu Patria Sjahrir mengatakan investasi tersebut berpotensi membuka berbagai peluang kerja sama baru di kawasan Asia Tenggara.
"Kami mendukung inisiatif investasi PNRE dalam industri energi terbarukan di CREC karena ini bukan hanya sekadar value creation tetapi secara jangka panjang ada nilai strategis dalam bentuk potensi cross selling di antara kedua negara tetangga dan bagian dari ASEAN seperti ekspor produk panel surya atau solar PV produksi anak perusahaan PNRE, transfer teknologi dan penempatan tenaga kerja Indonesia di industri energi terbarukan yang berkembang baik di Filipina," ujar Pandu.
