Damri Siap Ekspansi ke Arab Saudi dan Incar 1,5 Juta Jemaah Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Perum Damri berupaya memperluas operasional ke Arab Saudi untuk menggarap pasar transportasi jemaah haji dan umrah Indonesia. Rencana tersebut masih terkendala kewajiban penyetoran modal awal bernilai jutaan riyal yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi bagi perusahaan asing.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andi Muhammad Nurdin Halid menilai Arab Saudi merupakan pasar yang potensial bagi Damri mengingat jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia mencapai 1,5 juta orang setiap tahun.
Baca Juga
Uji Coba QRIS Tap, Bank Indonesia Gandeng PJP dan Perum Damri
"Baik haji maupun umrah tidak kurang dari 1,5 juta orang. Sebuah potensi yang bisa Damri manfaatkan," katanya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama PT Pelni, PT ASDP Ferry Indonesia dan Perum DAMRI, dikutip melalui siaran TV Parlemen, Rabu (24/6/2026).
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Damri Setia N. Milatia Moemin menyatakan, pihaknya telah mengajukan berbagai dokumen perizinan dan menjalin komunikasi dengan Naqaba (The General Syndicate of Cars) untuk memperoleh izin beroperasi di Arab Saudi.
"Kami sudah mulai berusaha bisa mendapatkan izin bekerja di sana, kebetulan memang izinnya terbuka. Kami juga terus berkomunikasi dengan Naqaba di sana," ujar Setia.
Menurut dia, secara prinsip, seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah disampaikan dan Damri telah beberapa kali melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk mempersiapkan ekspansi tersebut.
Setia menyebutkan, Damri telah memenuhi seluruh persyaratan kelayakan karena telah mengoperasikan layanan internasional ke Kuching, Sarawak, Timor Leste, serta tengah menyiapkan layanan ke Papua Nugini. "Secara persyaratan kami sudah memenuhi semua," ucapnya.
Meski demikian, Damri masih menghadapi kendala pemenuhan modal awal yang diwajibkan bagi perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Arab Saudi. "Terus terang, kami kesulitan modal awal bekerja di sana. Karena ada sekian juta riyal yang diharuskan untuk disetor sebagai modal awal di luar modal operasional. Karena kami PMA kalau di sana," ungkap Setia.
Baca Juga
Ia menambahkan, hasil studi kelayakan menunjukkan peluang bisnis transportasi di Arab Saudi cukup menjanjikan. Bahkan, menurut Setia, skala operasi Damri di negara tersebut berpotensi lebih besar dibandingkan di Indonesia apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi. "Kalau kami bisa beroperasi di sana, bisa jadi skala yang di sana lebih besar daripada yang di sini," kata Setia.
Ihwal itu, Setia meminta dukungan Pemerintah Indonesia untuk rencana ekspansi ke Tanah Suci. "Karena kebetulan Danantara juga punya kampung haji Indonesia di sana, kalau ini bisa diintegrasikan, itu alhamdulillah Pak," tuturnya.

