KA Argo Semeru Anjlok di Wates, KNKT Beri Rekomendasi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait KA 17 (Argo Semeru) yang anjlok di jalur hilir KM 520+4 petak jalan Stasiun Sentolo – Stasiun Wates telah dirilis. Investigasi menemukan adanya kegagalan dalam mengidentifikasi bahaya (hazard), yang dapat meningkatkan risiko terjadinya rel bergelombang (buckling).
KNKT memberikan beberapa rekomendasi berdasarkan hasil investigasi tersebut kepada pihak Dirjen Perkeretaapian (DJKA) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI. “Dari hasil investigasi dan analisa, kami berikan rekomendasi kepada DJKA agar melakukan evaluasi dan peningkatan pengawasan terhadap prosedur pemeriksaan, serta perawatan prasarana perkeretaapian. Selain itu, memastikan jarak celah dalam pemasangan seluruh sambungan rel memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan, dalam spesifikasi teknis,” ucap Plt Kasubkom IK Perkeretaapian KNKT Gusnaedi Rachmanas di Aula KNKT, Jakarta Pusat, Jumat (16/02/2024).
Baca Juga
KNKT Ungkap 2 Penyebab Kecelakaan KA CL Bandung Raya – KA Turangga
Harus Kaji SOP
Lebih lanjut KNKT menekankan, PT KAI harus mengkaji penyusunan SOP (prosedur operasional) hingga evaluasi terhadap pemeriksaan dan perawatan emplasemen. “Kepada PT KAI untuk mengkaji penyusunan prosedur operasional perjalanan KA. Ini agar pusat kendali memiliki kewenangan memberhentikan sementara seluruh perjalanan KA yang akan melewati suatu emplasemen, jika pada emplasemen tersebut sebelumnya terdapat laporan ‘goyangan keras’ pada jalurnya,” lanjut Gusnaedi.
Baca Juga
Masih Ingat Peristiwa Kecelakaan KA Argosemeru? Ini Kronologinya
Selain itu, KAI perlu mengkaji dan mengevaluasi kembali peraturan atau prosedur pemeriksaan dan perawatan jalan rel. Kemudian, KAI juga perlu memastikan fundamental dari seluruh kegiatan pemeriksaan dan perawatan emplasemen yang diberikan pada saat pelatihan dapat dipahami secara menyeluruh, oleh seluruh petugas pemeriksa dan perawatan prasarana perkeretaapian.

