AI Harus Bisa Diakses Semua Kalangan, Bukan Hanya Segelintir Orang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) harus dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah menilai pemerataan akses dan kemampuan memanfaatkan AI akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing Indonesia di masa depan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan, tantangan transformasi digital saat ini tidak lagi sebatas menyediakan akses internet. Fokus pemerintah kini bergeser pada upaya memastikan masyarakat mampu menggunakan AI secara produktif.
“Jika sebelumnya pemerataan pembangunan digital diukur dari akses terhadap internet, hari ini pemerataan digital mulai bergeser pada akses terhadap pemanfaatan AI,” ujar Nezar dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, kesenjangan digital pada masa mendatang tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terhubung ke internet. Kesenjangan juga akan muncul antara mereka yang mampu memanfaatkan AI dan mereka yang tertinggal.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan teknologi AI tidak hanya dikuasai oleh kelompok tertentu yang memiliki akses dan kemampuan teknologi lebih baik. AI harus menjadi peluang bersama yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Baca Juga
Adopsi AI Tembus 92%, Pemerintah Jadikan Kecerdasan Buatan Pilar Produktivitas Nasional
“Kita tidak ingin AI hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi. Kita ingin manfaat AI dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara,” kata Nezar.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Kemkomdigi terus menjalankan berbagai program literasi digital. Program tersebut mencakup pelatihan daring, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan pemahaman mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab.
Mantan jurnalis senior itu menilai peningkatan kecakapan digital menjadi modal penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan inovasi berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan nasional.
“Selama beberapa tahun terakhir, Kementerian Komdigi telah menjalankan berbagai program literasi digital untuk meningkatkan kecakapan masyarakat, mulai dari pelatihan daring, peningkatan kapasitas, hingga penguatan kesadaran penggunaan AI yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah ingin mendorong lahirnya lebih banyak inovator lokal yang mampu memanfaatkan AI untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. Dengan demikian, transformasi digital dapat berjalan lebih inklusif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Kami ingin masyarakat Indonesia mampu menjadi pencipta inovasi yang memanfaatkan AI untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” tutup Nezar.
