Bisnis Keamanan Siber Jadi Kebutuhan, ITSEC Asia (CYBR) Genjot AI Security
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) memperkuat ekspansi bisnis keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital dan perlindungan data di Indonesia. Perusahaan juga mulai agresif mengembangkan divisi AI serta Cyber & AI Academy untuk memperluas layanan dan pengembangan talenta siber nasional.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher mengatakan, implementasi AI saat ini menjadi kebutuhan penting bagi korporasi, namun tetap harus dijalankan dengan pendekatan keamanan yang kuat.
“Adopsi AI membawa risiko tertentu. Mengimplementasikan AI itu mudah, tapi mengoperasikannya dengan aman itu sedikit lebih rumit,” ujar Patrick dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik Tahunan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, ITSEC kini fokus mengembangkan pendekatan 'Security First' dalam implementasi AI bagi klien, khususnya di sektor perbankan, telekomunikasi, dan infrastruktur kritis. Perusahaan juga memperluas distribusi produk keamanan siber internal bernama Inteligron Aman.
Baca Juga
ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Rp 65 Miliar, Pendapatan Melonjak 62%
Emiten keamanan siber itu mengklaim memiliki salah satu Security Operation Center (SOC) terbesar di Indonesia. Perseroan juga didukung lebih dari 40 talenta riset dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan solusi keamanan siber lokal berbasis kebutuhan pasar domestik.
“Kami sangat yakin solusi keamanan siber sovereign produced akan membantu perusahaan dan negara secara keseluruhan,” jelas Patrick.
Selain pengembangan teknologi, ITSEC juga mempercepat program pelatihan siber dan AI melalui akademi internal yang mulai diperluas secara agresif pada 2026. Strategi itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan talenta digital sekaligus meningkatkan kesiapan industri menghadapi era AI.
Perseroan saat ini melayani lebih dari 60 klien di 13 negara dengan operasional yang tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, dan Mauritius. ITSEC juga menyatakan akan terus menyesuaikan layanan dengan kebijakan ketahanan nasional dan regulasi keamanan siber terbaru pemerintah.

