Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes, Zulhas: Instrumen Keadilan Ekonomi Desa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan menyebut, peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah besar menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat desa. Peresmian dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Zulhas, yang diresmikan presiden bukan sekadar bangunan fisik. Ia menegaskan koperasi menjadi instrumen keadilan, keadilan ekonomi, keadilan bagi desa Indonesia.
Baca Juga
Bantah Narasi Indonesia Bakal Chaos, Prabow: Pangan dan Energi Aman
“Yang Bapak Presiden resmikan hari ini adalah instrumen keadilan, keadilan ekonomi, keadilan bagi desa Indonesia,” ujar Zulhas dalam sambutannya. Ia menyebut langkah itu sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 tentang pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.
Politisi PAN itu mengatakan program Koperasi Merah Putih adalah wujud ekonomi konstitusional yang menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan. Menurutnya, negara hadir bukan untuk kelompok tertentu, melainkan memastikan manfaat pembangunan kembali ke masyarakat.
Ia menilai koperasi menjadi koreksi besar agar ekonomi rakyat benar-benar tumbuh dari bawah. Pemerintah juga menargetkan pembangunan lebih dari 30 ribu unit koperasi hingga 16 Agustus mendatang.
Saat ini, kata Zulhas, sebanyak 9.294 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah rampung secara fisik. Sebanyak 1.061 koperasi di antaranya sudah siap beroperasi penuh.
Baca Juga
Prabowo: Sejumlah Negara Minta Urea RI, Australia Impor 500 Ribu Ton
Di Jawa Timur, pemerintah telah membangun 530 unit koperasi di tujuh kabupaten. Sementara di Jawa Tengah terdapat 531 unit koperasi yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.
Untuk mendukung operasional koperasi, pemerintah tengah merekrut 30.000 manajer KDKMP. Selain itu, sebanyak 5.476 tenaga juga disiapkan untuk koperasi nelayan Merah Putih guna memastikan distribusi pangan dan manfaat ekonomi kembali ke desa.

