Bagikan

Iduladha 2026: Pemerintah Terjunkan 59.743 Petugas Pantau Kelayakan Hewan Kurban

Poin Penting

Kementan kerahkan 59.743 petugas untuk awasi kesehatan hewan kurban Iduladha 2026 di seluruh Indonesia.
Fokus pengawasan ketat pada deteksi dini penyakit PMK, LSD, hingga Antraks melalui sistem iSIKHNAS.
Pemerintah edukasi panitia kurban soal tata cara pemotongan hewan yang aman, halal, dan higienis.

JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Sebanyak 59.743 petugas pemantau disiapkan untuk memastikan seluruh hewan kurban memenuhi standar kesehatan dan syariat.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa ribuan petugas ini akan disebar ke berbagai titik untuk melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan. Petugas tersebut terdiri dari personel kementerian, UPT, akademisi dari perguruan tinggi, hingga dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten.

"Kami akan melepas para petugas ini menjelang hari raya untuk memantau pelaksanaan penyembelihan secara langsung pada hari H. Tujuannya adalah menjamin keamanan pangan bagi masyarakat," ujar Agung dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Selain pengerahan personel, Agung menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyakit hewan menular strategis. Fokus utama pemerintah saat ini mencakup penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta Antraks yang bersifat zoonosis atau dapat menular ke manusia.

Dalam proses monitoring, pemerintah memanfaatkan teknologi melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi (iSIKHNAS). Sistem ini memungkinkan petugas di lapangan melaporkan kondisi kesehatan ternak secara real-time, sehingga potensi penyebaran penyakit dapat dideteksi dan diintervensi lebih cepat.

Kanan ke kiri: Dirjen PKH Kementan Agung Suganda, Kepala Bakom Muhammad Qodari, PLT Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers Update PHTC di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Investortrust/Farhan Nugraha

“Kami mengawasi potensi penyebaran PMK, LSD, hingga Antraks melalui iSIKHNAS agar deteksi dini bisa berjalan maksimal," jelas Agung.

Baca Juga

Proyeksi Kebutuhan Hewan Kurban 2026 Naik 3,82%, Kementan: Stok Nasional Surplus 891 Ribu Ekor

Agung juga mengingatkan hewan kurban sejatinya adalah "tabungan" bagi para peternak lokal. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga nilai aset tersebut melalui program vaksinasi massal dan pengawasan ketat pada lalu lintas ternak yang biasanya mengalami lonjakan drastis mendekati Iduladha.

"Hewan kurban ini umumnya adalah harta tabungan para peternak kita. Kami menjaga kesehatan mereka lewat vaksinasi rutin agar aset masyarakat ini tidak rusak oleh penyakit," tambahnya.

Sebagai langkah preventif di sisi hilir, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid dan panitia kurban. Edukasi ini merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) terbaru mengenai tata cara pemotongan dan penanganan daging yang memenuhi kaidah halal, aman, utuh, dan higienis.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024