Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Sinyal The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas global melemah pada awal pekan Senin (27/4/2026) seiring minimnya kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik Iran yang terus menjaga harga minyak tetap tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rangkaian rapat bank sentral utama minggu ini untuk membaca arah dampak ekonomi dari situasi tersebut.
Harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.698,27 per ons, setara sekitar Rp 75,17 juta per ons (kurs Rp 16.000 per dolar AS). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 0,4% ke level US$ 4.722,60 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Antam Berpotensi Tembus Rp2,98 Juta/Gram Pekan Depan
Analis independen Ross Norman mengatakan ketegangan geopolitik masih berlangsung meski tidak dalam intensitas tertinggi. Ekspektasi inflasi yang meningkat akibat lonjakan harga minyak serta volatilitas pasar yang tinggi membuat sebagian investor, khususnya di Barat, cenderung menahan diri.
Sumber mediasi dari Pakistan menyebut upaya menjembatani perbedaan antara Washington dan Teheran masih berlanjut, meskipun tidak ada diplomasi tatap muka setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan kunjungan utusannya. Trump sebelumnya menyatakan Iran harus mengambil inisiatif jika menginginkan kesepakatan baru.
Di pasar energi, harga minyak Brent sempat melampaui US$ 105 per barel, level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan energi global. Kondisi tersebut memperketat pasokan minyak dan mendorong tekanan harga.
Lonjakan harga minyak akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Dalam kondisi tersebut, emas memang dikenal sebagai aset lindung nilai. Namun, suku bunga tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga
ETF Emas: Instrumen Trading dan Investasi Emas Non-fisik yang Atraktif
Fokus investor kini tertuju pada pertemuan bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS (The Fed). Para pejabat bank sentral dijadwalkan berkumpul di Washington untuk membahas kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global.
Pertemuan ini diperkirakan menjadi salah satu yang terakhir bagi Ketua The Fed Jerome Powell dalam masa jabatannya. Bank sentral AS akan mengumumkan hasil kebijakan pada Rabu pukul 14.00 waktu setempat, diikuti konferensi pers yang akan memberikan petunjuk arah suku bunga ke depan.

