Toyota Gandeng CATL Bangun Produksi Baterai Mobil, Gelontorkan Investasi Rp 1,3 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), salah satu produsen baterai mobil terbesar di dunia, untuk bersama mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrik di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, TMMIN menggelontorkan investasi senilai Rp 1,3 triliun dalam mendukung dan mewujudkan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri kendaraan elektrifikasi, termasuk rantai pasok baterai, dari hulu hingga hilir.
Investasi ini merupakan bagian dari upaya Toyota untuk terus berkembang bersama bangsa Indonesia, dimana selama 55 tahun ini telah menanamkan investasi sebesar Rp 100 triliun, Toyota bersama dengan jaringan pemasok lokal dan dealer yang melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat mempercepat transisi menuju netralitas karbon melalui pendekatan berbagai macam teknologi (multipathway) yang telah teruji, mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), termasuk Flexible Fuel Vehicles (FFVs).
“Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh. Komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan di produksi oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia," ucap Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).
Melalui peningkatan kandungan lokal baterai dengan pendalaman lokalisasi baterai sel dan modul di dalam negeri, Indonesia dapat mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat industri otomotif, dan mendukung upaya Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi serta komponen utamanya untuk pasar global.
Pendekatan komprehensif ini menjadi langkah penting bagi TMMIN sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan melakukan kegiatan ekspor baterai ke pasar global, yang dimulai di paruh ke-2 2026. Tidak hanya baterai yang telah terpasang pada kendaraan HEV, tetapi juga baterai dalam bentuk komponen yang turut diekspor sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi dunia.
Baca Juga
Prabowo Pimpin Rapat Hilirisasi, Konsorsium Huayou dan CATL Siap Jalankan Green Package
Melalui usaha tersebut, Toyota terus berkomitmen untuk menjadi mitra aktif dalam pembangunan serta berkontribusi pada pertumbuhan
ekonomi nasional dan menghadirkan solusi mobilitas yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV. Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN juga meningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri,” imbuh Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.
Berdasarkan catatan Gaikindo, sepanjang Januari–Desember 2025 penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 177,367 unit atau tumbuh sebesar 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 103,452 unit. Pada saat yang sama, produksi kendaraan elektrifikasi mencapai 127.420 unit, dengan 99.162 unit untuk pasar domestik dan sekitar 55% dari total penjualan yang dipenuhi oleh produksi lokal.
HEV menjadi kontributor utama dengan jumlah 97.462 unit atau sekitar 76,5% dari seluruh kendaraan elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia pada tahun 2025.

