Amerika Serikat Tetap Jadi Pasar Utama Tekstil RI, Mendag Targetkan Peningkatan Ekspor
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) masih memegang peranan sebagai pasar strategis bagi produk unggulan Indonesia, terutama pada sektor tekstil. Mengingat signifikansi nilai perdagangannya, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong perluasan pangsa pasar ke negara tersebut secara berkelanjutan.
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Mendag, total nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sepanjang tahun 2025 menyentuh angka US$ 30 miliar. Dari total nilai tersebut, Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan yang sangat signifikan, yakni sebesar US$ 18,1 miliar, yang sekaligus menempatkan AS sebagai mitra dengan kontribusi surplus terbesar bagi neraca perdagangan nasional.
"Karena kita mempunyai banyak perjanjian dagang, ya. Ada perjanjian dagang dengan Amerika. Dengan Amerika itu, ekspor kita US$ 30 miliar, ekspor keseluruhan, ya. Kemudian surplus kita US$ 18,1 miliar. Surplus terbesar Indonesia itu ke Amerika," ujar Budi Santoso saat memberikan keterangan di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Lebih lanjut, mantan Sekretaris Jenderal Kemendag ini menjelaskan bahwa kontribusi pasar Amerika Serikat terhadap total ekspor Indonesia ke seluruh dunia mencapai 11%. Besarnya potensi ini mendorong pemerintah untuk semakin intensif meningkatkan pangsa pasar di AS, khususnya bagi sektor-sektor padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja di dalam negeri.
Baca Juga
Industri Tekstil RI Tertekan Bahan Baku dan Geopolitik, Menperin Siapkan Strategi Adaptif
"Kita kejar pasar Amerika, makanya kita membuat ART, itu karena pangsa pasar kita, pasar ekspor kita itu 11% dari total ekspor kita ke dunia," imbuhnya.
Selain fokus pada penguatan pasar internasional, Mendag Budi Santoso juga menaruh perhatian besar pada optimalisasi industri tekstil untuk pasar domestik untuk memperkuat daya saing produsen lokal sekaligus menekan besarnya produk tekstil impor yang kian kompetitif.
Upaya nyata dalam memperkuat ekosistem industri ini salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap pameran berskala internasional seperti Intertex. Pameran tersebut dinilai efektif dalam mempertemukan vendor-vendor industri tekstil dengan para pembeli potensial yang memiliki minat besar terhadap produk lokal.
"Pasar dalam negeri juga cukup besar yang diisi oleh produksi dalam negeri. Kalau kita lihat ekosistem tekstil, produk tekstil, sangat bagus, ya. Dari bahan baku. Bahan baku kita juga banyak, ya. Saya kira ekosistemnya kita paling lengkap," pungkas Mendag Budi.

