Maret, Pertamina Patra Niaga Mulai Produksi SAF di Kilang Cilacap
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga, subholding komersial dan perdagangan PT Pertamina (Persero), memproduksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) secara komersial pada Maret 2026 melalui Kilang Cilacap, sebagai langkah memperkuat transisi energi dan memenuhi kebutuhan pasar aviasi yang lebih ramah lingkungan.
PT Pertamina Patra Niaga, merealisasikan produksi komersial PertaminaSAF berbasis minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) untuk memenuhi permintaan pelanggan di sektor penerbangan.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun mengatakan produksi ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam menghadirkan bahan bakar alternatif berkualitas tinggi. “Pada Maret 2026 ini, kilang Pertamina Patra Niaga merealisasikan produksi komersial PertaminaSAF guna memenuhi permintaan pelanggan,” ujar dia dikutip Kamis (16/4/2026).
Baca Juga
Produksi BBM Dijaga, Kilang Pertamina Tetap Beroperasi Saat Lebaran 2026
Ia menambahkan bahwa capaian ini mencerminkan kesiapan teknologi dan operasional perusahaan dalam mengembangkan produk energi berkelanjutan. “Produksi ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen Pertamina Patra Niaga sebagai pioneer produsen SAF di Indonesia dan regional,” kata Roberth.
Pengembangan PertaminaSAF di Kilang Cilacap telah melalui proses panjang, termasuk tahap uji coba produksi komersial yang dimulai sejak Juli 2025. Proses produksi dimulai dari pengumpulan bahan baku minyak jelantah yang telah tersertifikasi International Sustainability Carbon Certification Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation.
Bahan baku tersebut kemudian diolah di fasilitas Green Refinery Kilang Cilacap sebelum didistribusikan ke bandara utama, yaitu Bandara Ngurah Rai di Bali dan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang.
Produk PertaminaSAF yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas internasional Defence Standard 91-091 untuk spesifikasi avtur serta ketentuan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pengujian dilakukan oleh laboratorium Pertamina yang telah mengantongi sertifikasi ISO 17025.
Dorong Transisi Energi
Pada Maret 2026, produksi PertaminaSAF mencapai sekitar 45.000 barel yang telah memenuhi standar keberlanjutan sebagai CORSIA Eligible Fuel. Produk tersebut kemudian dikirimkan kepada pelanggan melalui kapal dari pelabuhan Kilang Cilacap ke dua bandara tujuan pada akhir bulan.
Baca Juga
Kilang Minyak Kuwait Diserang 'Drone', Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran
Roberth menegaskan produksi komersial ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan energi berbasis limbah yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini juga memperkuat posisi Pertamina dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
“Ini juga sekaligus memperkuat posisi Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional dan sesuai roadmap untuk menuju Net Zero Emission tahun 2060. Inisiatif ini juga sejalan dengan program Pemerintah dalam meningkatkan kemandirian serta ketahanan energi nasional,” tutupnya.
Produksi SAF berbasis minyak jelantah ini menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya menurunkan emisi sektor penerbangan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah domestik menjadi sumber energi bernilai tambah tinggi.

