Valuasi Perbankan Global Akan Tembus US$ 7 Triliun
NEW YORK, investortrust.id – Valuasi perbankan global diprediksi melonjak hingga US$ 7 triliun dalam lima tahun ke depan. Dengan asumsi, perbankan mengambil inisiatif penting untuk mendorong pertumbuhan dan produktivitas.
Demikian laporan Boston Consulting Group (BCG) yang diterbitkan Senin (16/01/2024) di New York.
Perbankan akan mampu menaikkan dua kali lipat dari valuasi saat ini, jika industri ini mengejar pertumbuhan dan memperbaiki rasio price-to-book (PBV).
"Pemicu terbesar pesimisme sektor perbankan adalah penurunan signifikan profitabilitasnya,” kata BCG seperti dikutip reuters.com.
Sekitar 75% dari saham perbankan memiliki PBV di bawah 1 pada 2022. Sedangkan rasio price-to-earnings (PER) meningkat hampir separuhnya dibanding level 2008 ketika terjadi krisis finansial global.
Bahkan, kata BCG, jika perbankan investasi dalam menaikkan produktivitas dan secara radikal menyederhakan proses bisnis, laba perbankan tetap berada dalam tekanan dari persyaratan permodalan yang tinggi serta kompetisi ketat dari pendatang baru, seperti fintech.
"Perbankan sepertinya tidak akan kembali mencapai level profitabilitas dan valuasi seperti ketika era sebelum krisis finansial global,” tulis BCG.
