Usai Tambah Saham di GTS, Harita Nikcel (NCKL) Kucurkan Pinjaman Rp 500 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle mengucurkan pinjaman senilai Rp 500 miliar kea nak usahanya PT Gane Tambang Sentosa. Pinjaman tersebut dikenai bunga 8% per tahun.
Manajemen perseroan menyebutkan jangka waktu pinjaman lima tahun dihitung sejak pencairan pinjaman pertama. “Dana tersebut akan digunakan sebagai belanja modal dan kegiatan operasional rutin GTS,” ujar Corporate Secretary NCKL Franssoka Y Sumarwi dalam penjelasan resminya, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga
Harita Nickel sebelumnya telah menuntaskan penambahan menjadi 99% saham Gane Tambang Sentosa (GTS) yang berlokasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Akusisi dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,9 miliar ini akan meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel perseroan menjadi 302 juta wmt.
GTS disebut memiliki konsesi tambang nikel yang belum beroperasi dengan luas area sebesar 2.314 hektare dengan masa berlaku IUP sampai dengan tahun 2040. Perseroan merencanakan akan melakukan aktivitas pengeboran untuk mengetahui besaran cadangan dan sumber daya bijih nikel.
Pada saat bersamaan, Harita Nickel juga meningkatkan kepemilikan saham di Gane Permai Sentosa (GPS) dari semula 70% menjadi 99%. Selain dapat meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel perseroan, akuisisi senilai Rp 48,8 miliar ini diharapkan memperkuat kontribusi finansial terhadap Perseroan.
Terkait katalis akuisisi saham GTS tersebut, Samuel Sekuritas menyebutkan, bisa menjadi sentimen positif, karena dapat meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel perseroan.
Baca Juga
Begini Prospek Saham Harita Nickle (NCKL) Usai Akuisisi Dua Tambang
Hal ini Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.500 pers aham. Target tersebut mengisyaratkan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 10,1 kali.
Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan dari perkiraan Rp 5,96 triliun tahun 2023 menjadi Rp 9,36 triliun pada 2024. Sedangkan pendapatan diprediksi mencapai Rp 22,36 triliun pada 2023 dan kembali naik menjadi Rp 31,82 triliun pada 2024.
