Tren ‘Halal Lifestyle’ Terus Meningkat, Bank Mega Syariah Terapkan Strategi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bank Mega Syariah akan fokus pada layanan berbasis ritel. Strategi ini ditempuh untuk menangkap peluang tren gaya hidup halal (halal lifestyle) yang terus meningkat di kalangan masyarakat Indonesia.
“Segmen ritel memiliki potensi pasar yang besar sejalan dengan tren gaya hidup masyarakat yang makin mengarah ke halal lifestyle. Kami akan memanfaatkan peluang ini semaksimal mungkin,” kata Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo dalam media gathering dan buka puasa bersama pimpinan redaksi media massa di Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Menurut Yuwono, untuk mendukung perkembangan bisnis ritel, Bank Mega Syariah akan terus memperkuat jaringan pada segmen tersebut. “Kami akan memperkuat cabang-cabang, baik melalui pengembangan dana pihak ketiga (DPK), pembiayaan konsumer, maupun business banking,” tutur dia.
Baca Juga
Bank Mega Syariah Bidik Transaksi Syariah Card Tembus Rp 20 M di Ramadhan
Yuwono menegaskan, inovasi produk dan layanan Bank Mega Syariah kini tak kalah menarik dibanding produk perbankan konvensional. “Dengan target pasar yang mencakup Islamic ecosystem dan CT Corp ecosystem, kami yakin akan mampu menggarap segmen ritel secara optimal,” tandas dia.
Dia mengungkapkan, untuk menggenjot DPK, Bank Mega Syariah akan meluncurkan sejumlah produk dan program baru tahun ini, seperti program Berkah Berlimpah Mega Syariah (BBM), yaitu poin bagi nasabah yang terdaftar sebagai pengguna Aplikasi M-Syariah.
“Nasabah berkesempatan mendapatkan beragam hadiah menarik yang diundi setiap kuartal, dari voucher umroh atau trip senilai Rp 30 juta, logam mulia 5 gram, voucher gadget senilai Rp 20 juta, hingga grand prize mobil Hyundai Ioniq 5 dan ratusan hadiah lainnya,” papar dia.
Demi meningkatkan DPK, menurut Yuwono, Bank Mega Syariah juga fokus pada tabungan haji dengan setoran awal yang ringan. Pada 2023, total nasabah tabungan haji Bank Mega Syariah melonjak 103% dibanding tahun sebelumnya. Bank Mega Syariah menargetkan tabungan haji hingga akhir tahun ini tumbuh 64% secara tahunan (year on year/yoy).
Bank Mega Syariah telah ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPS BPIH) untuk program haji khusus atau (ONH Plus). “Total nasabah tabungan haji plus melesat 800% lebih selama periode Januari-Maret 2024 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” ujar dia.
Yuwono Waluyo menjelaskan, Bank Mega Syariah terus melakukan inovasi fitur dan layanan digital pada mobile banking M-Syariah yang diluncurkan pada 2021. Pengguna aplikasi M-Syariah tahun lalu melonjak 98% dibanding tahun sebelumnya (yoy). “Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, transaksi nasabah di M-Syariah meningkathingga 50%,” tutur dia.
Konsumer dan Business Banking
Di sisi lain, kata Yuwono, Bank Mega Syariah terus menggarap pembiayaan segmen konsumer dan business banking. Pada pembiayaan konsumer, perseroan fokus ke produk Flexi Home, yaitu pembiayaan kepemilikan properti dengan harga khusus. “Ada pula Flexi Sejahtera, yaitu pembiayaan rumah bersubsidi,” tutur dia.
Produk pembiayaan konsumer lainnya yaitu Flexi Mitra, produk pembiayaan tanpa agunan, khusus untuk para pegawai perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Bank Mega Syariah. “Flexi Home adalah produk dengan kontribusi terbesar pada 2023,” ujar dia.
Yuwono mengemukakan, pembiayaan konsumer pada kuartal I-2024 tumbuh 16% dibanding periode sama 2023. “Pembiayaan konsumer diharapkan tumbuh di atas30% tahun ini,” tandas dia.
Baca Juga
Adapun segmen business banking Bank Mega Syariah mencakup pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) dan non-UKM dengan pengajuan pembiayaan hingga Rp 50 miliar. “Pembiayaan business banking pada 2023 tumbuh 13% dibanding 2022,” ujar dia.
Yuwono Waluyo mengemukakan, Bank Mega Syariah pun terus memperluas cakupan layanan tanpa uang tunai (cashless) melalui kartu pembiayaan (kartu kredit syariah) yang dapat digunakan di seluruh merchant dalam dan luar negeri berlogo Visa.
“Berbekal produk-produk dan strategi tersebut, kami optimistis mampu mencatatkan kinerja positif pada 2024,” tegas dia.
Tahun lalu, Bank Mega Syariah menorehkan laba bersih Rp 238,72 miliar, tumbuh 2,77% (yoy), ditopang pendapatan dari penyaluran dana yang tumbuh 31% (yoy) senilai total Rp 1,21 triliun dibanding Rp 920,53 miliar pada 2022.
“Pada kuartal I-2024, kami proyeksikan terjadi pertumbuhan positif di beberapa parameter finansial, seperti pertumbuhan aset, pembiayaan, dan DPK," ucap Yuwono.
