Tingkat Pengangguran di AS Meningkat Karena Bitcoin?
JAKARTA, investortrust.id - Tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) mencatatkan peningkatan menjadi 3,9% pada bulan April tahun ini. Sementara harga Bitcoin terus melanjutkan tren positif pasca halving. Bisa jadi, naiknya pengangguran juga berkaitan dengan naiknya harga Bitcoin.
Mengutip Forkast Senin (6/5/2024) harga Bitcoin melampaui US$ 62.000 sebelum akhir pekan ini atau pada Jumat (3/5/2024), seiring dengan data Departemen Tenaga Kerja AS atau United States Labor Departemen yang menyatakan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja di Negeri Paman Sam tersebut.
Pada April lalu, realisasi jumlah lapangan kerja yang tercipta di AS hanya 175.000 lapangan kerja non pertanian. Jumlah ini jauh dibawah target atau perkiraan, yakni 243.000 lapangan kerja.
Baca Juga
ETF Bitcoin Milik Grayscale Melihat Arus Masuk Pertama Setelah Hilang Miliaran Sejak Januari
Keputusan Federal Reserve’s atau The Fed yang mempertahankan suku bunganya tetap stabil turut berkontribusi terhadap pelemahan dolar AS dan rebound Bitcoin.
Bitcoin sempat jatuh ke level terendah pada 1 April 2024, yakni senilai US$ 56.643. Namun seiring berjalannya waktu, harganya terus rebound menjadi US$ 64.587 pada Minggu pukul 22.30.
Baca Juga
Akhir Pekan, Harga Bitcoin Rebound Mengesankan Capai US$ 63.500
“Rebound Bitcoin mengikuti beberapa perkembangan positif untuk mata uang kripto terbesar di dunia, termasuk peluncuran spot Bitcoin dan Ethereum ETF (exchanged traded fund) di Hong Kong pada hari Selasa (30/4/2024),” mengutip Forkast.
Seperti diketahui, pada 20 April 2024 Bitcoin mengalami peristiwa halving yang terjadi dalam empat tahun sekali. Bagi para penambang yang melakukan validasi transaksi di blockchain, halving kali ini memotong imbalan yang bisa mereka dapatkan dari 6,25 menjadi 3,125 Bitcoin per blok.
