The Fed Kian Hawkish, Obligasi Kupon di Atas 7% Perlu Diperhatikan
JAKARTA, investortrust.id – Perpindahan dana investor obligasi diperkirakan berlanjut seiring kekhawatiran investor terkait kebijakan moneter The Fed yang semakin hawkish.
Analis Pasar Surat Utang PT Samuel Sekuritas Lionel Priyadi mengatakan, para investor cenderung mengalihkan dana mereka dari surat utang jangka panjang ke surat utang bertenor pendek. Kecenderungan ini dilakukan demi meminimalkan risiko investasi.
“Kami memperkirakan aksi ini akan terus berlanjut akibat koreksi di pasar global yang tercermin dari penurunan indeks S&P untuk developed market -0.3% dan EMBI untuk emerging market -0.8%, maupun kenaikan yield 10Y UST dan bunga masing-masing 9 bps dan 4 bps menjadi 4,49% dan 2,74%,” papar Lionel dalam riset hariannya, Jumat (22/9/2023).
Baca Juga
Untuk itu dirinya merekomendasikan strategi buy and hold obligasi Surat Berharga Negara (SBN) dan korporasi berbunga tinggi, sama dengan atau di atas level 7% hingga akhir 2024.
Strategi ini didasarkan pada fakta bahwa The Fed masih akan menahan suku bunga di 5,5% hingga kuartal III-2024 atau kuartal IV-2024, yang berpotensi mengekang kebijakan suku bunga BI dan pergerakan 10Y SUN yield 2024 di rentang 6,4-6,6%.
Baca Juga
Mega Perintis (ZONE) Dirikan Anak Usaha Baru, Kejar Target Penjualan Rp 770 M
“Kami memprediksi yield 10Y INDOGB (Surat Berharga Negara tenor 10 tahun) akan terus naik ke rentang 6,8-6,9% hari ini dengan potensi titik tertinggi di 7%. Tekanan depresiasi terhadap Rupiah masih akan berlanjut dengan target rentang Rp 15.350-15.450 per USD.
Lionel merekomendasikan tujuh seri obligasi yang menarik untuk dilirik. Delapan seri tersebut adalah FR0040, FR0050, FR0068, FR0095, FR0097, FR0098, FR0100.
