Terima Putusan MK, Ganjar: Rupiah Jatuh Lebih Penting
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengaku menerima putusan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonannya terkait sengketa hasil Pilpres 2024. Saat dijumpai awak media, Ganjar menyebut saat ini isu mengenai jatuhnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS) hingga ancaman inflasi akibat ketidakstabilan global lebih penting untuk diperbincangkan dibanding Pilpres 2024.
"Hari ini dolar membuat rupiah jatuh, ada perang yang bisa meluas, harga minyak naik, kebutuhan pangan mesti dicukupi, saya kira itu lebih penting untuk diselesaikan daripada kita berdebat yang tidak usai," ungkap Ganjar, Senin (22/4/2024).
Baca Juga
MK Tolak Permohonan Sengketa Hasil Pilpres, Anies dan Ganjar Beri Respons Berbeda
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengapresiasi majelis hakim MK yang telah menerima, menyidangkan, dan memutuskan perkara sengketa hasil Pilpres 2024 yang diajukannya bersama capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin. Ganjar juga menyampaikan selamat kepada capres-cawapres terpilih, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Selamat bekerja untuk pemenang dan mudah-mudahan PR bangsa ke depan bisa segera diselesaikan," ujarnya.
Sebelumnya Ganjar-Mahfud mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) kepada MK. Dalam permohonannya, Ganjar-Mahfud meminta MK membatalkan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilu 2024. Ganjar-Mahfud juga meminta MK mendiskualifikasi capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Tak hanya itu, Ganjar juga meminta MK memerintah KPU menggelar pemungutan suara ulang (PSU).
Setelah melalui persidangan selama 14 hari kerja, majelis hakim MK memutuskan menolak permohonan yang diajukan Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin. Majelis hakim MK menilai dalil-dalil yang diajukan Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin tidak terbukti atau kurang bukti sehingga tidak beralasan hukum.
Baca Juga
Gugatannya Ditolak MK, Ganjar-Mahfud Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran
Sementara berdasar pantuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), mata uang rupiah ditutup menguat ke level Rp 16.224/USD dalam perdagangan Senin (22/4/2024). Penguatan ini menjadi kabar baik setelah sebelumnya mata uang rupiah mengalami tren depresiasi dalam beberapa waktu ke belakang.
Selain didorong oleh sentimen domestik seperti rangkaian pilpres 2024, pergerakan rupiah turut dipengaruhi sejumlah faktor eksrernal seperti meningkatnya ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah serta kebijakan Fed FUnd Rate dengan suku bunga tinggi yang diprakirakan masih berldangsung dalam waktu yang lama.
