Telkom (TLKM) Raup Kenaikan Pendapatan Jadi Rp 75,29 Triliun, Bagaimana dengan Laba?
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan laba periode berjalan senilai Rp 15,42 triliun pada semester I-2024. Raihan tersebut menunjukkan penurunan dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,82 triliun.
Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan Telkom turun dari Rp 12,75 triliun menjadi Rp 11,76 triliun. Hal ini memicu laba per saham dasar TLKM turun dari Rp 128,77 menjadi Rp 118,72 per saham.
Manajemen TLKM dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/7/2024), menyebutkan bahwa penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru naik dari Rp 73,74 triliun menjadi Rp 75,29 triliun.
Baca Juga
Saham Telkom (TLKM) Mendadak Melesat, Bagaimana Target Harganya?
Penurunan laba dipengaruhi atas peningkatan biaya dan beban, khususnya beban karyawan yang melonjak dari Rp 7,84 triliun menjadi Rp 9,48 triliun, kenaikan beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi naik dari Rp 19,17 triliun menjadi Rp 19,46 triliun, dan beban penyusutan dan amortisasi naik dari Rp 15,94 triliun menjadi Rp 16,12 triliun. Sebaliknya beban pemasaran turun dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 1,57 triliun.
Kenaikan biaya dan beban tersebut memicu laba usaha perseroan turun dari Rp 23,01 triliun menjadi Rp 21,63 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan juga turun dari Rp 21,30 triliun menjadi Rp 19,92 triliun.
Telkom (TLKM) juga mencatatkan penurunan total asset dari Rp 287,04 triliun menjadi Rp 285,99 triliun. Total liabilitas naik dari Rp 130,48 triliun menjadi Rp 138,71 triliun. Sedangkan ekuitas turun dari Rp 156,56 triliun menjadi Rp 147,27 triliun.
Sebelumnya, analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy menyebutkan prospek kinerja keuangan dan saham emiten telekomunikasi tetap cerah, meskipun Starlink merangsek pasar telekomunikasi Indonesia. Penurunan harga dalam beberapa bulan terakhir dinilai tak beralasan, apalagi setelah melihat berlanjutnya konsolidasi industri.
Baca Juga
Menurut dia, penurunan harga saham emiten telekomunikasi, TLKM, ISAT, dan EXCL, dalam beberapa pekan terakhir dipicu ketakutan berlebihan pasar terhadap masuknya Starlink ke Indonesia. “Kami menilai bahwa ketakutan atas kehadiran Starlink tak rasional. Karena, operator ini hanya membidik pasar khusus yang belum digarap maupaun menawarkan harga lebih rendah, dibandingkan VSAT saat ini,” tulisnya.
Pasar, terang dia, justru seharusnya memberikan pandangan positif terhadap berlanjutnya konsolidasi industry telekomunikasi. Konsolidasi diharapkan berimbsa terhadap kenaikan harga jual paket daya maupun layanan yang ditawarkan emiten telekomunikasi ini ke depan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan overweight saham telekomunikasi. Sedangkan saham Telkom (TLKM) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.300.
Grafik saham TLKM
