Sri Mulyani Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 5,1%
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati memproyeksi ekonomi Indonesia masih bisa bertumbuh di atas 5% pada kuartal-III 2023.
“Kami melihat di kuartal-III masih bisa tumbuh di 5,1 persen dan keseluruhan tahun kami memperkirakan GDP kita masih di 5,1 persen,” kata Sri Mulyani, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2023).
Sri Mulyani mengatakan pemerintah menggunakan berbagai tools atau instrumen kebijakan untuk merespons situasi yang dinamis. Selain itu, proyeksi positif itu muncul karena konsumsi masyarakat pada akhir September 2023 yang masih terjaga.
Baca Juga
Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan, Penyerapan APBN untuk Pengembangan IKN Capai 50,5%
“Optimisme masyarakat terhadap konsumsi cukup terjaga di angka 121,7,” ujar dia.
Sri Mulyani mengatakan indikasi lainnya yaitu Purchasing Managers Index (PMI) yang konsisten ekspansif dalam 25 bulan berturut-turut. PMI pada September 2023 mencatatkan angka 52,3.
“Mandiri Spending Index di 35,5. Kalau kita lihat yang kuning (average MSI yoy) masih tinggi, bahkan di level tertinggi di 3 tahun terakhir,” kata dia.
Baca Juga
Keseimbangan Primer Catatkan Surplus, Menkeu: APBN Masih Solid dan Manageable
Sektor properti yang tumbuh positif turut meningkatkan optimisme. Hal ini terlihat dari indeks penjualan sektor riil yang tumbuh positif melambat sebesar 1,0% yoy dan konsumsi semen yang naik sebesar 4,9% yoy.
Meski demikian, Sri Mulyani mewaspadai adanya kontraksi konsumsi listrik untuk pada September 2023. Kontraksi konsumsi listrik industri tercatat minus 0,3% yoy.
“Ini yang harus kita lihat. PMI positif tapi konsumsinya mulai negatif. Harus kita waspadai apakah (imbas) pelemahan ekonomi RRT akan mulai terlihat di sini,” ucap dia. (CR-7)
