Sedikit Lagi, November Catatkan Kenaikan Bulanan Terbesar Wall Street 2023
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak datar pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (30/11/2023) WIB.
Baca Juga
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 13,4 poin (0,04%) menjadi 35.430,42. Sedangkan S&P 500 turun tipis 0,09% menjadi 4.550,5. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 0,1,6% menjadi 14.258,49.
Meski begitu, rata-rata ketiga indeks utama sedikit lagi mencatatkan kenaikan bulanan terbesarnya di 2023.
Dow Jones hanya perlu naik sekitar 0,5% untuk mencapai level tertinggi baru pada tahun ini. Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing perlu naik sekitar 1% untuk mencapai level tertinggi baru di 2023.
Pada perdagangan Rabu, saham General Motors melonjak sekitar 9.4% setelah perusahaan mengumumkan pembelian kembali US$ 10 miliar dan menaikkan dividennya. Sementara itu, saham NetApp melesat 14,6% karena pendapatan yang lebih baik. Saham Phillips 66 menguat 3,6% setelah Elliott Investment Management mengambil saham senilai US$ 1 miliar di perusahaan energi tersebut.
Imbal hasil obligasi obligasi AS 10-tahun turun di bawah 4,3% untuk pertama kalinya sejak September, memberikan dukungan terhadap pergerakan saham.
Data yang dirilis Rabu menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pada kuartal ketiga tumbuh 5,2%. Angka itu berada pada tingkat tahunan yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama berasal dari revisi belanja pemerintah dan investasi pada bangunan non-perumahan.
“Kita mungkin perlu mencerna kenaikan dan saya tidak akan terkejut jika hal itu terjadi pada awal Desember, yang secara historis cenderung kita lihat,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research.
Tapi pada saat yang sama, Desember, secara historis, merupakan bulan terbaik setahun dalam hal rata-rata transaksi, yang berarti frekuensi kenaikan. “Jadi saya tidak terkejut bahwa kami terus mengalami pergerakan positif di pasar antara sekarang dan akhir tahun,” Stovall menambahka.
Baca Juga
Wall Street Memerah Terimbas Cyber Monday, Saham ‘Belanja Online’ Melonjak
