Saham Turun Beruntun, Simak Kembali Tiga Strategi GOTO Ini
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berlanjut atau beruntun dalam lima hari transaksi terakhir. Sedangkan year to date (ytd), penurunan saham perusahaan teknologi ini telah mencapai 26,74%.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO telah anjlok dari Rp 86 pada akhir 2023 menjadi Rp 63 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (5/3/2024).
Lalu, bagaimana dengan perkembangkan dan rencana bisnis perseroan ke depan? Manajemen GOTO sebelumnya memaparkan 3 strategi penting untuk genjot kinerja, agar mampu mencatatkan kinerja keuangan positif.
Baca Juga
Rencana Buyback Masih Dikaji, GOTO Tegaskan Hati-Hati Alokasikan Modal
Pertama, GOTO meluncurkan berbagai produk dan inovasi, dengan menyasar segmen konsumen yang memprioritaskan harga terjangkau untuk memperluas pasar. Produk tersebut adalah GoCar Hemat, GoFood Mode Hemat, dan GoTransit.
“Perseroan akan terus mendorong peningkatan penggunaan produk-produk tersebut, sejalan dengan upaya untuk menjangkau pengguna baru,” papar Direktur sekaligus Chief Operating Officer GOTO, Hans Patuwo di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kedua, Perseroan berencana untuk mempompa monetisasi dari produk-produk keuangan yang memiliki take rate lebih tinggi. Oleh sebab itu, Perseroan meluncurkan layanan GoPay Pinjam yang telah menunjukkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2023.
Baca Juga
Hal ini tercermin dari total pinjaman yang terus mengalami peningkatan dari kuartal IV-2022 hingga kuartal III-2023.
“GOTO akan terus mengembangkan produk-produk dengan peluang monetisasi yang lebih tinggi, seperti layanan pinjaman digital. Langkah-langkah tersebut sejalan dengan komitmen Perseroan untuk terus memperkuat fundamental bisnis serta memastikan kegiatan operasional dapat berjalan seefisien mungkin,” ujar Hans.
Selain itu, perseroan telah bekerja sama dengan Bank Jago untuk meluncurkan layanan tabungan GoPay Tabungan by Jago, yang menawarkan berbagai jenis rekening sesuai dengan kebutuhan pengguna, mulai dari pembayaran sehari-hari hingga menabung untuk masa depan.
Ketiga, Perseroan juga akan terus memperkuat fundamental Perseroan dengan mengelola beban usaha secara disiplin, termasuk beban infrastruktur dan pengembangan teknologi informasi, beban operasional tetap, serta insentif dan promosi.
“Kami meyakini ruang pertumbuhan GOTO masih terbuka lebar, didukung oleh kinerja Perseroan yang semakin solid. Profitabilitas tetap menjadi tujuan utama, seiring upaya kami terus mendorong pertumbuhan bisnis dengan memperluas pasar potensial (total addressable market) yang berfokus pada segmen pengguna yang memprioritaskan harga,” paparnya.
